HomeBERITAADD 2026 Dipangkas, Puluhan Kepala Desa "Serbu" DPRD Kabupaten Blitar: Ancaman Pelayanan...

ADD 2026 Dipangkas, Puluhan Kepala Desa “Serbu” DPRD Kabupaten Blitar: Ancaman Pelayanan Publik dan Hearing Jilid Dua

Puluhan kepala desa bersama BPD, RT/RW, dan perangkat desa Kabupaten Blitar mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Senin (12/1/2026). (Foto: Imam/suaramedianasional.com)

Blitar, SMN – Pemangkasan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2026 memicu kegelisahan serius di tingkat desa. Puluhan kepala desa bersama BPD, RT/RW, dan perangkat desa Kabupaten Blitar mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Blitar, Senin (12/1/2026), untuk menyuarakan tuntutan agar besaran ADD dikembalikan seperti tahun sebelumnya.

Aksi penyampaian pendapat yang dikemas dalam bentuk hearing tersebut berlangsung tertib dan dikawal ketat aparat keamanan. Meski tanpa teriakan dan aksi teatrikal, pesan yang dibawa para perwakilan desa jelas dan tegas: pemotongan ADD berpotensi melumpuhkan pelayanan publik di desa.

Dalam forum tersebut, para peserta membentangkan spanduk berisi tuntutan pengembalian ADD 2026 seperti tahun 2025. Mereka menilai, pengurangan anggaran tidak hanya berdampak pada administrasi pemerintahan desa, tetapi juga menyentuh langsung hajat hidup masyarakat.

Komponen krusial seperti SILTAP perangkat desa, tunjangan BPD, honor RT/RW, iuran BPJS, kebutuhan alat tulis kantor, biaya listrik balai desa, hingga operasional lembaga desa seperti TP PKK dan LPMD terancam terganggu.

Perwakilan peserta aksi, Rudi Puryono, mengungkapkan bahwa pimpinan sidang DPRD belum dapat memberikan keputusan final karena DPRD bukan pemegang kebijakan anggaran. Namun demikian, DPRD menyatakan komitmennya untuk memanggil Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) guna mengkaji ulang APBD yang telah disahkan.

“Kami tidak menuntut kenaikan. Kami hanya menuntut keadilan. ADD cukup dikembalikan seperti tahun 2025,” tegasnya.

Meski dihadapkan pada ancaman pemangkasan anggaran, para kepala desa menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan pelayanan masyarakat. Namun mereka mengingatkan, komitmen tersebut memiliki batas rasional jika anggaran terus ditekan.

“Pelayanan tetap nomor satu. Tapi pemerintah juga harus realistis. Jangan tuntut pelayanan maksimal dengan anggaran yang dipangkas,” ujarnya lantang.

Terkait Dana Desa (DD), para kepala desa mengaku tidak banyak bisa bersuara karena merupakan kebijakan pemerintah pusat. 

Namun mereka menyoroti fakta bahwa DD yang sebelumnya bisa dimanfaatkan penuh, kini disebut baru terealisasi sekitar 40 persen, sementara 60 persen sisanya belum memiliki kejelasan.

Kondisi tersebut dinilai semakin memperparah tekanan fiskal di tingkat desa. Jika ADD tetap dipangkas, sejumlah program vital dipastikan tereliminasi, mulai dari insentif kader desa, honor guru madin, guru TK non-sertifikasi, program PMT, hingga berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Hari ini kami hearing, bukan demo. Tapi kalau tidak ada kepastian ADD dikembalikan seperti 2025, jangan salahkan desa jika muncul hearing jilid dua. Kabupaten Blitar bisa gaduh,” tandasnya.

Aksi hearing ditutup dengan desakan agar DPRD dan TAPD segera memberikan kepastian. Para kepala desa menegaskan, kejelasan ADD bukan sekadar persoalan angka anggaran, melainkan menyangkut keberlangsungan pelayanan publik dan stabilitas pemerintahan desa di Kabupaten Blitar. (*)

Reporter: Imam.

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Gubernur Jawa Timur Kunker di Kabupaten Madiun dalam Rangka Gerakan Panen dan Percepatan Tanam Padi

Madiun, SMN - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lakukan kunjungan kerja (kungker) di Desa Gading Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun dalam Rangka gerakan panen...

Plt Wali Kota Madiun Gowes Bareng Bersama Ketua DPRD Cek Pelayanan Publik

Madiun, SMN - Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun kembali melaksanakan gowes, Jumat (8/5/2026). Bedanya, gowes kali ini juga diikuti Ketua DPRD Kota...

Plt Wali Kota Madiun Kembangkan Ekosistem Halal Guna Perkuat Ekonomi Daerah

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun terus mendorong pengembangan ekosistem halal sebagai salah satu strategi memperkuat perekonomian daerah. Hal itu ditegaskan Plt Wali Kota...

Didukung 14 Cabor, Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua Umum KONI Kota Blitar

Kota Blitar, SMN – Peta persaingan pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 mendadak berubah. Salah satu figur yang sebelumnya digadang-gadang menjadi kandidat kuat,...

Lapas Klas IIB Probolinggo Gelar Operasi Gabungan TNI dan Polri

Probolinggo, SMN - Lapas klas IIB Probolinggo berkomitmen Zero narkoba dengan menggelar operasi gabungan dalam lapas, dan lakukan tes urin bagi semua penghuni Lapas,...