HomeBERITAAdik Bupati Tulungagung Klarifikasi Soal OTT KPK, Tegaskan Hanya Diperiksa sebagai Saksi

Adik Bupati Tulungagung Klarifikasi Soal OTT KPK, Tegaskan Hanya Diperiksa sebagai Saksi

Adik Bupati Tulungagung. (Foto: Imam/suaramedianasional.com)

Tulungagung, SMN – Adik Bupati Tulungagung, Jatmiko Dwijo Saputro, angkat bicara terkait kabar yang menyeret namanya dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kabupaten Tulungagung. 

Dalam keterangannya kepada awak media, Sabtu (18/04), Jatmiko menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam perkara tersebut dan hanya berstatus sebagai saksi.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul berkembangnya informasi yang mengaitkan dirinya dengan kasus yang juga melibatkan Bupati Tulungagung, Gatot Sunu Wibowo. Jatmiko menegaskan bahwa saat OTT berlangsung, dirinya tidak berada di lokasi yang menjadi sasaran utama penyidik.

Ia menjelaskan, pada saat kejadian, dirinya tengah berada di Desa Gandong, Kecamatan Bandung, untuk menghadiri kegiatan yasinan di rumah keluarganya. Sepulang dari kegiatan tersebut, Jatmiko mengaku sempat berpapasan dengan petugas KPK di jalan.

“Setelah yasinan, saya pulang dan berpapasan dengan petugas KPK. Saya diminta berhenti, lalu dilakukan pemeriksaan terhadap mobil saya. Namun, tidak ditemukan apa pun,” ungkapnya.

Setelah itu, Jatmiko diminta menunggu dan kemudian dibawa oleh penyidik untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Proses pemeriksaan berlangsung hingga ke Surabaya, sebelum akhirnya dilanjutkan di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

Dalam pemeriksaan tersebut, Jatmiko mengaku mendapat sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan dugaan praktik jual beli jabatan, kepemilikan perusahaan berbentuk CV, keterlibatan sebagai vendor, hingga dugaan pengerjaan proyek pemerintah.

Namun, ia menegaskan telah memberikan jawaban secara lugas dan transparan.

“Saya sudah sampaikan dengan tegas bahwa saya tidak pernah terlibat jual beli jabatan, tidak memiliki CV, tidak menjadi vendor, dan tidak pernah mengerjakan proyek pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jatmiko juga memastikan bahwa tidak ada barang bukti berupa uang yang disita dari dirinya. Ia menyebut hanya telepon genggam miliknya yang sempat diamankan oleh penyidik sebagai bagian dari proses pemeriksaan.

Menurutnya, keterlibatannya dalam pemeriksaan lebih disebabkan oleh hubungan keluarga dengan pihak yang tengah diselidiki. Meski demikian, ia menegaskan sejak awal berusaha menjaga jarak dan tidak memanfaatkan kedekatan tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Saya belajar dari kasus-kasus sebelumnya, di mana keluarga pejabat ikut terseret. Karena itu saya memilih untuk tidak terlibat dalam urusan apa pun yang berpotensi menimbulkan masalah,” tegasnya.

Jatmiko juga menyebut dirinya diperiksa bersama sekitar 12 orang lainnya dalam kasus ini. Namun hingga kini, statusnya tetap sebagai saksi dan tidak ditemukan keterlibatan dalam perkara yang sedang ditangani KPK.

Ia pun memastikan telah bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan berlangsung.

“Saya sudah memberikan keterangan secara apa adanya sesuai fakta. Saya kooperatif dan mengikuti seluruh proses,” pungkasnya.

Sementara itu, proses hukum terkait OTT di Tulungagung masih terus berjalan. KPK belum memberikan keterangan resmi secara lengkap terkait konstruksi perkara tersebut, namun publik diminta menunggu hasil penyidikan yang saat ini masih berlangsung. (*)

Reporter: Imam.

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Sidoarjo Jadi Pusat Perhatian Nasional, 400 Atlet Ramaikan Jatim Open Woodball 2026

Sidoarjo, SMN – Kabupaten Sidoarjo kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional. Kali ini, Sidoarjo menjadi penyelenggara Jatim Open Woodball 2026 Piala...

Wabup Mimik Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Sidoarjo Siapkan Pendataan Mandiri dan Door to Door

Sidoarjo, SMN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo. Dukungan...

DLHK Sidoarjo Mulai Tertibkan Fasum Pondok Mutiara, Kejati Jatim Ingatkan Potensi Pidana Korupsi

Sidoarjo, SMN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mulai melakukan sosialisasi penertiban fasilitas umum (fasum) di kawasan Perumahan Pondok...

UMKM Pasuruan Didorong Kuasai Live Commerce, Mas Rusdi: Tiga Detik Pertama Sangat Menentukan

Pasuruan, SMN — Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Salah satu...

Bupati Pasuruan Sidak SMPN 1 Purwosari, Tekankan Budaya Bersih dan Sekolah Asri

Pasuruan, SMN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman kembali ditegaskan. Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo melakukan...