
Jember, SMN – Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak kelompok pengajian dan guru ngaji ikut menekan angka pernikahan dini.
“Menikah itu bukan soal sah atau tidak. Tapi soal siap atau tidak membangun rumah tangga yang baik,” kata Bupati Fawait di hadapan ketua kelompok pengajian dan guru ngaji se-Kecamatan Sumberjambe.
Bupati Fawait bertemu Ketua Kelompok Pengajian dan Guru Ngaji di Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Senin (29/6/2026) dalam rangkaian kegiatan Bunga Desaku.
Belum siap membangun rumah tangga menyebabkan persoalan, diantaranya kematian ibu melahirkan maupun bayi baru lahir.
Kesiapan menikah juga diperlukan agar perawatan anak menjadi lebih baik dan bisa terhindar dari problem stunting.
“Data menunjukkan kematian ibu dan bayi di Jember tertinggi di Jawa Timur. Maka anak-anak tidak boleh terburu-buru menikah,” tegas Fawait.
Ketua kelompok pengajian dan guru ngaji diharapkan bisa berperan menekan angka pernikahan dini dan menghindari problem kematian ibu dan bayi.
Mendorong generasi muda untuk terus fokus menempuh pendidikan tinggi bisa dilakukan oleh para ketua kelompok pengajian dan guru ngaji.
Bupati Fawait mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember juga telah memprogamkan beasiswa kuliah bagi anak-anak muda Jember.
Program ini guna menciptakan generasi muda yang unggul, sekaligus untuk mengatasi persoalan pernikahan dini maupun kematian ibu dan bayi.
“Kami telah menyiapkan beasiswa untuk 20.000 mahasiswa asal Jember,” kata Fasait.
Pertemuan yang berlangsung di kantor Desa Cumedak itu juga dimanfaatkan Bupati Fawait untuk menyosialisasikan program di bidang kesehatan. Utamanya program pengobatan gratis di Puskesmas dan rumah sakit.
Untuk layanan kesehatan, masih terang Fawait, sejak 1 April 2025 seluruh warga ber-KTP Jember bisa berobat gratis di Puskesmas dan rumah sakit se-Jember.
Ibu hamil juga mendapatkan fasilitas persalinan gratis, termasuk operasi caesar.
“Jika ada kendala saat memanfaatkan pengobatan gratis, laporkan lewat Wadul Guse,” minta Bupati.
Di akhir sambutan, Gus Fawait meminta doa dari para guru ngaji. “Saya minta doa, doakan Gus Fawait, doakan Pak Prabowo,” ujarnya. (ADV)
Reporter: Achmad Syaifuddin
Editor: Agus Imam S.
