HomeBERITAAkibat Tak Kuorum, Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blitar Gagal Digelar

Akibat Tak Kuorum, Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Blitar Gagal Digelar

Sidang Paripurna DPRD Gagal Digelar Akibat Tak Kuorum. (Foto: Imamsuaramedianasional.com/)

Blitar, SMN – Agenda Sidang paripurna DPRD Kabupaten Blitar yang dijadwalkan pada Jumat, 8 Agustus 2025, terpaksa dibatalkan akibat tidak terpenuhinya kuorum. Dari 50 anggota dewan, hanya 13 yang hadir hingga pukul 11.00 WIB, menyebabkan agenda penting pembahasan kebijakan daerah gagal terlaksana.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Supriadi, membenarkan pembatalan tersebut. Menurutnya, undangan telah disebar resmi kepada seluruh anggota dewan, bahkan upaya pemanggilan ulang pun telah dilakukan menjelang sidang. Namun, hasilnya tetap mengecewakan.

“Sesuai tata tertib, rapat otomatis ditunda sampai ada keputusan Badan Musyawarah (Banmus). Alasan ketidakhadiran, silakan ditanyakan langsung ke masing-masing anggota. Kami sudah melaksanakan kewajiban mengundang secara resmi,” ujar Supriadi.

Ironisnya, jajaran eksekutif dari Pemerintah Kabupaten Blitar hadir lengkap di ruang sidang. Namun tanpa kehadiran mayoritas anggota legislatif, agenda strategis daerah tidak dapat dijalankan.

Beredar dugaan, bahwa aksi tidak hadirnya sebagian besar anggota DPRD ini berkaitan dengan polemik penghapusan alokasi Pokok Pikiran (Pokir) oleh eksekutif. Pokir yang selama ini menjadi saluran aspirasi dan janji politik dewan, dikabarkan tidak lagi mendapat prioritas dalam perencanaan anggaran.

Tak hanya itu, situasi semakin kompleks dengan isu keretakan hubungan antara Bupati Rijanto dan wakilnya. Isu “matahari kembar” di lingkaran eksekutif ini disebut ikut mengganggu komunikasi dan sinergi antara legislatif dan eksekutif.

Pemerhati kebijakan publik, Setya Nugroho, menilai bahwa duet kepemimpinan Kabupaten Blitar saat ini gagal menciptakan stabilitas politik yang dibutuhkan untuk menjalankan pemerintahan.

“Kalau pemimpin tak satu komando dan sibuk tarik urat, jangan harap ada program pembangunan yang berjalan. Belum terlihat gebrakan yang menyentuh kebutuhan rakyat,” ujar Setya.

Ia juga mengkritik gaya kepemimpinan Bupati yang dianggap terlalu reaktif dan kurang tegas dalam menghadapi dinamika politik di internal pemerintahan.

“Jika eksekutif pecah dan legislatif memboikot, rakyat yang jadi korban,” tegasnya.

Batalnya sidang paripurna ini menjadi sinyal serius bahwa Kabupaten Blitar tengah berada dalam kemacetan politik. Jika konflik elite terus dibiarkan, pembahasan anggaran dan program strategis berpotensi mandek, dengan rakyat sebagai pihak paling dirugikan.

“Ini bukan soal siapa yang menang, tapi apakah pemerintahan bisa tetap berjalan,” pungkas Setya. (*)

Reporter: Imam.

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara 

Tanjung Selor, SMN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen membangun budaya anti gratifikasi melalui Workshop bertajuk "Perempuan Berintegritas, Dharma Wanita...

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Ngawi, SMN – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan...

Jalan Penghubung Tulungagung-Blitar Rusak Parah, Warga Srikaton Minta Segera Diperbaiki

Tulungagung, SMN – Kondisi jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung...

Pemkot Madiun Gelar Senam Lansia Bersama, Wujudkan Kota Sehat Perkuat Gerakan Hidup Aktif

Madiun, SMN - Komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota sehat terus diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap aktif dan produktif, termasuk...

Pengembangan Sektor Pariwisata Pemkot Madiun dan PT INKA, Bahas Penguatan Pariwisata Berbasis Identitas Kota Kereta Api

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun menerima audiensi jajaran PT INKA (Persero) untuk membahas penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi yang mengangkat identitas Kota Madiun...