
Lumajang, SMN — Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai gelaran Festival Ramadhan Tompokersan 2026 saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian, menghadiri langsung kegiatan tersebut di Lumajang. Kehadiran legislator muda itu disambut antusias warga dan panitia sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kreativitas pemuda setempat.
Dalam sambutannya, ia membuka dengan pantun yang langsung mencuri perhatian hadirin:
“Datang naik kereta ke Lumajang, terus bahagia dan senang, karena hadir di festival ramadhan tompokersan, tidak boleh berhenti di tahun sekarang dan harus terus di tahun berikutnya”.
Pantun tersebut disambut tepuk tangan meriah. Ia menegaskan festival bukan sekadar perayaan Ramadan, melainkan wadah penguatan ekonomi masyarakat sekaligus identitas lokal.
“Festival ini harus terus berlanjut di tahun-tahun mendatang. Ini bisa menjadi ciri khas wilayah sekaligus kebanggaan masyarakat,” ujarnya kepada wartawan, jumat (27/2/2026).
Menurutnya, kegiatan berbasis masyarakat seperti festival Ramadan memiliki dampak sosial luas, mulai dari penguatan solidaritas warga, pemberdayaan pelaku usaha kecil, hingga ruang kreativitas generasi muda. Ia menilai kolaborasi antara panitia pemuda, masyarakat, dan berbagai pihak menjadi kunci sukses penyelenggaraan acara.
Selain hiburan dan bazar, festival juga diisi kegiatan sosial berupa pembagian paket sembako kepada ratusan anak yatim dan kaum duafa. Momen tersebut menjadi salah satu bagian paling mengharukan karena mencerminkan semangat berbagi di bulan suci.
Ketua panitia, Sudarmoko, menjelaskan bantuan berasal dari gotong royong donatur, pelaku UMKM, serta dukungan berbagai pihak yang peduli terhadap masyarakat kurang mampu.
“Kami ingin festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi warga, terutama mereka yang membutuhkan,” katanya.
Warga yang hadir mengaku bangga dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Selain menjadi ajang silaturahmi, festival menghadirkan hiburan keluarga, kuliner khas, serta produk kreatif lokal yang meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Lurah Tompokersan, Heyin Krida Laksono, yang menilai kegiatan tersebut sebagai bukti kekompakan dan kreativitas warganya, khususnya kalangan pemuda.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi semangat para pemuda dan seluruh warga yang mampu menghadirkan kegiatan positif seperti ini. Festival ini bukan hanya meramaikan Ramadan, tetapi juga mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan pemerintah kelurahan akan terus mendukung kegiatan serupa agar berkembang menjadi agenda rutin berdampak jangka panjang. Kolaborasi antara warga, pemuda, dan berbagai elemen pendukung dinilai menjadi modal utama membangun lingkungan yang aktif, kreatif, dan harmonis.
Dengan antusiasme tinggi masyarakat serta dukungan tokoh nasional, Festival Ramadhan Tompokersan 2026 dinilai memiliki potensi besar menjadi agenda tahunan yang dinanti sekaligus ikon budaya dan penggerak ekonomi lokal di masa mendatang. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
