
Kediri, SMN – Pemerintah Kota Kediri melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), akhirnya melakukan pembongkaran pagar barikade besi yang sebelumnya dipasang di sepanjang jalan stasiun Kota Kediri. Setelah mendapatkan protesan dari warga setempat, pagar barikade besi dibongkar pada Rabu (7/1/2026) malam hingga Kamis (8/1/2026) dini hari.
Pagar besi yang sebelumnya dipasang oleh pihak Dinas Perhubungan Kota Kediri menuai banyak protesan dari warga setempat. Warga menilai bahwa pemangan pagar besi itu dilakukan diluar Keputusan rapat koordinasi yang sebelumnya digelar di rumah Ketua RW 7, Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota Kediri.
Ketua RW 7 Kelurahan Balowerti, Mujianto, menyampaikan bahwa warga sempat dikejutkan dengan adanya pemasangan pagar besi yang dilakukan tanpa adanya kesepakatan terlebih dahulu. Hingga saat ini, kondisi lalu lintas sudah Kembali berjalan normal dan untuk penerapan satu arah sudah mulai ditaati oleh pengguna jalan.
“Namun untuk parkir kendaraan masih belum ada keputusan, apakah diperbolehkan di depan toko atau harus terpusat di eks Pasific,” ujarnya.
Mujianto, yang memiliki sapaan akrab Antok menyampaikan bahwa warga pada prinsipnya mendukung sepenuhnya program penataan pemerintah, selama kebijakan tersebut tidak merugikan warga asli Jalan Stasiun, khususnya dibidang usaha mereka.
“Kami sebenarnya mendukung program pemerintah, tapi kalau kebijakan itu merugikan usaha warga asli tentu kami keberatan,” tegasnya.
Ia juga memberikan saran agar petugas parkir dari Dinas Perhubungan untuk secara aktif mengarahkan pengguna parkir stasiun langsung menuju ke tempat parkir di eks Pasific atau langsung masuk area parkir stasiun, baik untuk mengantar penumpang ataupun menjemput penumpang. Dengan ini diharapkan agar tidak ada penumpang yang parkir di depan took/usaha mereka.
Pemasangan Barikade pagar besi ini merupakan salah satu bagian dari skema awal uji coba penataan Kawasan Jalan Stasiun. Setelah diadakannya evaluasi singkat, serta mempertimbangkan aspirasi dari Masyarakat Pemkot Kediri memutuskan untuk melakukan penyesuaian di lapangan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arif Cholisudin, menegaskan bahwa adanya perubahan kebijakan tersebut merupakan hal yang wajar dalam mas uji coba yang bersifat fleksibel dan juga adaptif.
“Ini masih uji coba, jadi wajar kalau terjadi penyesuaian. Atas masukan warga agar kawasan tetap terlihat indah dan tidak terkesan kaku, pagar pembatas kami copot sementara. Semua ini akan terus kami evaluasi,” tegas Cholis, Jumat (9/1/2026). (rls)
Editor: Agus Imam S.
