
Blitar, SMN – Komitmen PKBM Bhakti Nusantara dalam mencetak sumber daya manusia yang mandiri dan berdaya saing terus diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan menggelar pelatihan kewirausahaan berbasis digital marketing yang diikuti sekitar 40 warga belajar (WB), pada 17 November lalu.
Sebagai lembaga pendidikan nonformal, PKBM Bhakti Nusantara tak hanya fokus pada pendidikan kesetaraan, tetapi juga berupaya membekali warga belajar dengan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan zaman. Pelatihan kewirausahaan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha berbasis teknologi digital.
Kegiatan pelatihan berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan menghadirkan praktisi media sosial sekaligus pegiat sosial, M. Nazihur, sebagai narasumber. Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya dibekali teori dasar, tetapi lebih diarahkan pada praktik langsung dan eksekusi konsep digitalisasi usaha, khususnya dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.
Kepala PKBM Bhakti Nusantara, Nuris, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral lembaga pendidikan nonformal untuk turut mencetak generasi yang bermartabat dan mandiri. Menurutnya, warga belajar perlu dibekali keterampilan nyata agar mampu bertahan dan beradaptasi di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
“PKBM Bhakti Nusantara merasa terpanggil untuk ikut serta membentuk generasi yang mandiri. Melalui pelatihan-pelatihan seperti ini, setidaknya warga belajar memiliki bekal keterampilan yang bisa digunakan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja,” ujar Nuris saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, tantangan terbesar saat ini bukan semata ijazah, melainkan keahlian dan keterampilan. Oleh karena itu, PKBM Bhakti Nusantara mengambil strategi dengan menyelenggarakan kegiatan yang terfokus pada pengembangan potensi warga belajar, sehingga tujuan akhirnya adalah terbentuknya individu yang memiliki skill dan siap bersaing.
“Dengan berbekal keterampilan yang dimiliki, warga belajar diharapkan mampu mewarnai kehidupan masyarakat, baik sebagai pelaku usaha maupun tenaga produktif di lingkungannya,” imbuhnya.
Sementara itu, M. Nazihur menilai pelatihan kewirausahaan berbasis digital marketing menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan pola sosial masyarakat. Menurutnya, tanpa keterampilan yang relevan, seseorang akan semakin tertinggal dan tergerus oleh perkembangan zaman.
“Kegiatan seperti ini sangat vital bagi warga belajar. Dinamika sosial berjalan sangat cepat, sehingga siapa pun yang tidak mengimbangi dengan skill dan keterampilan akan kesulitan untuk bersaing,” tegas Nazihur.
Ia juga menekankan bahwa pelatihan ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PKBM Bhakti Nusantara untuk selangkah lebih maju dalam mencetak lulusan yang kompeten. Dengan output yang memiliki keterampilan digital dan jiwa kewirausahaan, warga belajar diharapkan mampu bersaing dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat. (*)
Reporter: Imam.
Editor: Agus Imam S.
