
Madiun, SMN – Bupati Madiun, Hari Wuryanto dan Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi menghadiri sekaligus menjadi narasumber utama dalam Dialog Penguatan Kapasitas Dan Sinergitas Pilar-pilar Sosial di Gedung Mercury Kota Madiun, Salasa (28/10/2025).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun Supriyadi menyampaikan bahwa acara ini menjadi wadah strategis pilar-pilar sosial Kabupaten Madiun dalam menyampaikan Visi dan Misi pembangunan Kabupaten Madiun yang berlandaskan semangat gotong royong, ikhlas, tanpa pamrih, mandiri. berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Pilar-pilar Sosial tersebut terdiri dari PKH (Program Keluarga Harapan), TKSK (Tenaga Kesejahteraan Keluarga), Ressos (Pendamping Rehabilitasi Sosial), Tagana (Taruna Dalam Siaga Bencana), paparannya, Pordam (Pelopor Perdamaian), SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu), PSM (Pekerja Sosal Masyarakat), LKS (Lembaga Kesejahteraan Sosial), dan Karang Taruna. Semua pilar-pilar sosial ini bahu membahu bergotong royong bekerja sosial, ikhlas tanpa pamrih untuk Kabupaten Madiun,” ungkap Supriyadi Kepala Dinsos Kabupaten Madiun.
Sementara itu Bupati Madiun Hari Wuryanto, menegaskan bahwa dialog penguatan kapasitas dan sinergitas pilar-pilar sosial difokuskan pada tiga pilar utama, yaitu:
1. Kemandirian: Mendorong penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal, kemandirian pangan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.;
2. Keadilan: Menjamin pemerataan pembangunan infrastruktur, layanan publik, serta akses pendidikan dan kesehatan hingga ke pelosok desa;
3. Keberlanjutan Mengedepankan pengelolaan sumber daya alam yang bijak, pembangunan ramah lingkungan, serta program-program berkelanjutan yang dapat diwariskan untuk generasi mendatang.
“Pihaknya berharap dengan adanya dialog interaktif ini dapat membangun sinergitas antara pemerintah dan masyarakat. Untuk setiap langkah pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan rakyat. Pemerintah Kabupaten Madiun berkomitmen menghadirkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, guna mewujudkan masyarakat yang mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan juga terwujudnya Kapaten Madiun Bersahaja,” tandasnya. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
