HomeBERITABupati Madiun Membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Kunci Sukses Program Kesehatan

Bupati Madiun Membuka Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu, Kunci Sukses Program Kesehatan

Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi, Kepala Dinas Kesehatan Heri Setyana, Petugas Kesehatan dan Kader Posyandu foto bersama usai kegiatan. (Foto: suyanto/suaramedianasional.com)

Madiun, SMN – Pemerintah Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya memperkuat peran Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat. Hal ini disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto, saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas kader Posyandu di ruang rapat Eka Kapti, Puspem Mejayan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kemampuan dasar kader, khususnya dalam implementasi keterampilan kesehatan di tingkat masyarakat.

Bupati Madiun, Hari Wuryanto menegaskan bahwa keberhasilan program kesehatan, terutama bagi ibu dan anak, sangat ditentukan oleh kemampuan kader dalam membangun komunikasi yang efektif.

“Kalau komunikasi nyambung pasti segera bisa tahu, bagaimana komunikasi itu bisa diterima dengan baik,” ujarnya.

Pihaknya menekankan bahwa komunikasi tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi harus mampu mengubah perilaku masyarakat agar lebih sadar dan peduli terhadap kesehatan. Penyampaian pesan, menurutnya, harus jelas, sederhana, dan mudah dipahami.

“Komunikasi itu yang penting jelas dan sederhana. Gunakan bahasa yang mudah dipahami,” paparnya.

Penguatan kapasitas kader Posyandu disebut sejalan dengan visi Kabupaten Madiun Bersahaja, yakni Bersih, Sehat, dan Sejahtera. Kader Posyandu menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus ujung tombak deteksi dini kesehatan.

“Kader Posyandu ini adalah garda terdepan kami, khususnya di bidang kesehatan. Mereka yang berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat, kami bekali tentang deteksi dini tentang kesehatan supaya mereka paham,” jelasnya.

Dari total 6.449 kader Posyandu di Kabupaten Madiun, sebanyak 178 kader mengikuti kegiatan ini dan diharapkan dapat menularkan pengetahuan kepada kader lainnya.

Dalam kesempatan ini Bupati juga menyoroti penanganan TBC yang ditargetkan mencapai nol kasus pada 2030. Selain itu, penurunan angka stunting masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.

Kabupaten Madiun saat ini berada di peringkat ke-7 se-Jawa Timur dalam kasus stunting. Dua kecamatan yang menjadi fokus penanganan adalah Saradan dan Pilangkenceng.

“Cuman tinggal Kecamatan Saradan dan Pilangkenceng. Itu yang menjadi ‘PR’ kami. Mudah-mudahan ke depan bisa kita selesaikan,” harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Madiun, Purnomo Hadi, menegaskan pentingnya deteksi dini dalam mencegah berbagai penyakit.

Skrining kesehatan, menurutnya, dapat dilakukan melalui pemeriksaan lingkar perut untuk obesitas, tekanan darah untuk hipertensi, serta tes gula darah guna mendeteksi diabetes melitus. Selain itu, skrining juga mencakup penyakit paru, TBC, kesehatan jiwa, geriatri, hingga indera.

Pihaknya juga menyoroti meningkatnya kasus diabetes melitus yang kini mulai banyak dialami kalangan muda akibat pola hidup tidak sehat.

“Kenapa sekarang banyak penderita diabetes melitus plus gula darah, karena pola hidup yang kurang baik. Bahkan anak-anak muda sudah mengalami diabet,” ungkapnya.

Pentingnya gizi seimbang juga ditekankan sebagai fondasi kesehatan, terutama bagi ibu hamil. Asupan nutrisi yang tepat berperan besar dalam menunjang perkembangan anak sejak dalam kandungan.

“Karena perkembangan kecerdasan anak berangkat dari rahim, maka dari itulah kenapa ibu hamil butuh sekali asupan gizi yang seimbang,” pungkasnya.

Penguatan kapasitas kader Posyandu serta peningkatan kesadaran masyarakat diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas kesehatan secara berkelanjutan di Kabupaten Madiun. (*)

Reporter: Suyanto

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Sidoarjo Jadi Pusat Perhatian Nasional, 400 Atlet Ramaikan Jatim Open Woodball 2026

Sidoarjo, SMN – Kabupaten Sidoarjo kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga tingkat nasional. Kali ini, Sidoarjo menjadi penyelenggara Jatim Open Woodball 2026 Piala...

Wabup Mimik Dukung Sensus Ekonomi 2026, BPS Sidoarjo Siapkan Pendataan Mandiri dan Door to Door

Sidoarjo, SMN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sidoarjo. Dukungan...

DLHK Sidoarjo Mulai Tertibkan Fasum Pondok Mutiara, Kejati Jatim Ingatkan Potensi Pidana Korupsi

Sidoarjo, SMN – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mulai melakukan sosialisasi penertiban fasilitas umum (fasum) di kawasan Perumahan Pondok...

UMKM Pasuruan Didorong Kuasai Live Commerce, Mas Rusdi: Tiga Detik Pertama Sangat Menentukan

Pasuruan, SMN — Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Salah satu...

Bupati Pasuruan Sidak SMPN 1 Purwosari, Tekankan Budaya Bersih dan Sekolah Asri

Pasuruan, SMN – Komitmen Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman kembali ditegaskan. Bupati Pasuruan, M Rusdi Sutejo melakukan...