
Madiun, SMN – Bupati Madiun, Hari Wuryanto, bersama Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi dan sejumlah Kepala Dinas melakukan monitoring pelatihan kerja di dua lembaga pelatihan sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Gedung 2 workshop Aclasindo Inti Persada di Desa Geger, Kecamatan Geger, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda monitoring Pelatihan Las Listrik Gelombang I dan Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Tahun 2026 yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Madiun.
Rombongan berangkat dari Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun pukul 08.30 WIB menuju Aclasindo Inti Persada. Setibanya di lokasi, Bupati langsung meninjau workshop pelatihan las listrik yang sedang berlangsung.
Selain menyaksikan praktik para peserta, Hari juga berdialog dengan sejumlah instruktur guna memastikan standar keselamatan kerja diterapkan secara ketat dalam pelatihan pengelasan profesional.
Di lokasi yang sama, Bupati turut melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung 2 workshop Aclasindo Inti Persada sebagai upaya meningkatkan kapasitas pelatihan kerja berbasis kompetensi.
LPK Aclasindo Inti Persada dikenal sebagai lembaga yang fokus mencetak tenaga kerja siap pakai untuk sektor industri, mulai dari pengelasan (welding), fitter welding, teknik refrigerasi, operator CNC, sandblast painting, hingga operator alat berat.
Menurut Hari Wuryanto, keberadaan lembaga pelatihan seperti ini sangat strategis untuk menekan angka pengangguran sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil yang memiliki sertifikasi resmi.
“Peserta pelatihan di sini telah memiliki sertifikat dan kompetensi yang baik. Mereka sangat dibutuhkan oleh perusahaan konstruksi maupun industri pengelasan,” ujarnya.
Ia menyebutkan ratusan hingga hampir ribuan peserta telah mengikuti pelatihan di lembaga tersebut. Dengan pembangunan gedung baru, kapasitas pelatihan dan daya tampung peserta diharapkan meningkat signifikan.
“Pembangunan ini akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja kompeten,” katanya.
Hari menegaskan, perusahaan saat ini tidak hanya mencari tenaga kerja, tetapi tenaga kerja yang memiliki keahlian dan sertifikat kompetensi.
“Perusahaan membutuhkan pekerja yang kompeten dan bersertifikat. Tidak cukup hanya memiliki kemauan bekerja, tetapi harus memiliki keterampilan yang jelas,” tegasnya.
Usai dari Aclasindo Inti Persada, rombongan melanjutkan monitoring ke LPK Dinar Berlian Mandiri di Desa Banjarsari Kulon, Kecamatan Dagangan. Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan pimpinan LPK, serta talkshow bersama Bupati dan Wakil Bupati terkait peningkatan kualitas tenaga kerja dan kesiapan calon pekerja migran Indonesia.
Hari juga mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Kabupaten Madiun pada akhir 2025 berada di angka 3,22 persen, turun sekitar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Untuk kebutuhan tenaga las, permintaan terbesar saat ini datang dari sektor industri, seperti PT Inka Multi Solusi. Selain itu, peluang kerja di luar daerah juga masih terbuka luas.
“Tenaga las sangat dibutuhkan, terutama oleh PT Inka Multi Solusi. Kami berharap investor industri masuk ke daerah agar tenaga kerja lokal dapat terserap dan bekerja di wilayah sendiri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
