HomeADVERTORIALCegah Penyimpangan Proyek Pembangunan, Bupati Berau Dukung Kolaborasi Kejari dan DPUPR 

Cegah Penyimpangan Proyek Pembangunan, Bupati Berau Dukung Kolaborasi Kejari dan DPUPR 

Salah satu proyek pembangunan jalan di wilayah pesisir Kabupaten Berau. (Foto : Istimewa)

Tanjung Redeb, SMN – Pemerintah Kabupaten Berau terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari penyimpangan, terutama dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur strategis. Untuk mencapai tujuan ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau secara resmi menjalin kerja sama erat dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Berau.

Kolaborasi ini difokuskan pada program pengawalan dan pendampingan hukum terhadap setiap tahapan proyek pembangunan. 

Kepala DPUPR Berau, Fendra Firnawan, menegaskan bahwa kemitraan dengan kejaksaan merupakan bagian dari sistem pengawasan terpadu yang diterapkan sejak dini. 

Fendra menjelaskan, pendampingan hukum dilakukan secara menyeluruh, mencakup tahap perencanaan, proses lelang, hingga pelaksanaan fisik di lapangan. Kehadiran kejaksaan memastikan setiap pekerjaan fisik di bawah tanggung jawab DPUPR berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.

“Kami telah menjalin koordinasi aktif dengan Kejaksaan Negeri Berau melalui program pengawalan dan pendampingan hukum agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya.

Menurut Fendra, pendampingan ini sangat membantu pelaksana proyek untuk fokus pada kualitas pekerjaan tanpa khawatir melakukan kesalahan prosedural administrasi.

Pendampingan dari kejaksaan sangat membantu kami, bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra yang memberi arahan agar pekerjaan tidak melanggar ketentuan,” ungkapnya.

Pihaknya optimistis, melalui kolaborasi ini, seluruh proyek infrastruktur yang didanai APBD dapat terlaksana secara efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Fendra berharap pengawasan hukum yang ketat dapat mencegah kerugian daerah sekaligus menjaga kepercayaan publik.

Secara terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih menyambut positif sinergi antara DPUPR dan aparat penegak hukum tersebut. Bupati menekankan bahwa prinsip good governance harus menjadi fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.

“Setiap OPD wajib menjalin koordinasi dengan kejaksaan. Ini penting agar seluruh program pembangunan berjalan transparan dan sesuai aturan,” tegas Sri.

Sri menambahkan, pengawasan hukum yang diterapkan sejak awal adalah langkah pencegahan efektif terhadap potensi penyimpangan.

“Saya ingin semua OPD berani terbuka dan disiplin dalam administrasi maupun pelaksanaan anggaran,” tutupnya. (adv)

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Puncak Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54 Kota Probolinggo Sukses Digelar

Probolinggo, SMN - Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo menyelenggarakan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang ke-54 pada hari Rabu (13/05/2026). Acara ini menjadi momen...

Direksi Perumda Perkebunan Kahyangan Dilantik, Bupati Jember: Harus Jadi Pengungkit Kesejahteraan

Jember, SMN - Tiga orang Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Perkebunan Kahyangan resmi dilantik, Rabu (13/5/2026). Bupati Jember Muhammad Fawait meminta ketiga direksi yang berlatar...

Bapenda Kabupaten Madiun Layani Masyarakat di Giat Bhakti Harmoni Bahana Bersahaja di Desa Bodag

Madiun, SMN - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun kembali hadir ditengah masyarakat melalui kegiatan Bakti Harmoni Bersahaja yang kali ini merupakan kegiatan yang...

Pesan Bupati Fawait kepada Penjabat Sekda Jember Fauzi

Jember, SMN - Bupati Jember Muhammad Fawait berpesan agar Achmad Imam Fauzi menjaga kondusifitas Kabupaten Jember dalam mengemban amanat sebagai Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah...

RSUD Jombang Edukasi Masyarakat soal Kesehatan Mental di Tengah Arus Digitalisasi

Jombang, SMN - Di tengah derasnya arus informasi digital, masyarakat diingatkan untuk lebih peduli terhadap kesehatan mental. Hal itu mengemuka dalam program “Humas RSUD...