
Jombang, SMN – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang menyelenggarakan kegiatan penting bertajuk Sosialisasi Pencegahan Konflik Sosial Dalam Rangka Penciptaan Kondusifitas Daerah Kabupaten Jombang Tahun 2025, bertempat di Pendopo Kantor Kecamatan Megaluh pada hari Rabu (29/10/25).
Acara ini resmi dibuka oleh Bapak Budi Winarno, selaku Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang,dan di dampingi kapolsek,Danramil,camat,tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang kompeten dan berpengalaman dalam bidangnya masing-masing. Bapak Hadi Atmaji, selaku Ketua DPRD Kabupaten Jombang, hadir dengan pandangan yang luas mengenai politik dan peran legislatif dalam menjaga stabilitas sosial.
Sementara itu, Dr. Muhammad Farid, dari Universitas Darul Ulum, memberikan wawasan akademik dan pemikiran strategis terkait upaya mencegah konflik sosial melalui pendekatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam Sambutanya Budi Winarno mengatakan, Sosialisasi ini bertujuan untuk menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga perdamaian dan mengatasi potensi konflik secara dini serta sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat harmoni sosial dan mencegah konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan masyarakat di kabupaten Jombang,khususnya di wilayah kecamatan Megaluh.
“Kerukunan dan kedamaian adalah fondasi utama dalam pembangunan daerah. Selain itu, beliau mengingatkan bahwa sinergi yang solid antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan menjaga kondusifitas daerah yang harmonis dan damai,” jelas Budi.
Suasana acara berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Peserta yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, aparat pemerintahan tingkat kecamatan dan desa, serta unsur masyarakat umum, aktif mengikuti sesi diskusi yang diadakan.
Kegiatan ini menyediakan ruang terbuka untuk berbagi pandangan, pengalaman, dan solusi terkait upaya menjaga keharmonisan di lingkungan mereka masing-masing.
Peserta merasa termotivasi dan mendapatkan insight baru tentang pentingnya komunikasi yang efektif dan saling pengertian dalam mencegah munculnya konflik.
Dalam sesi diskusi, banyak peserta yang mengungkapkan berbagai tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari perbedaan budaya, agama, hingga isu ekonomi yang memicu ketegangan.
Melalui dialog yang konstruktif dan saling mendukung, diharapkan kerukunan masyarakat di Jombang semakin diperkuat dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Jombang yang kondusif, aman, dan damai.
Melalui langkah-langkah konkret yang telah disepakati bersama pada akhir sesi, seperti peningkatan patroli keamanan, program pendidikan toleransi, dan pengembangan kegiatan masyarakat yang inklusif, diharapkan konflik sosial dapat dicegah dan penyelesaiannya menjadi lebih mudah dan cepat.
Dalam penutup acara, Bapak Budi Winarno menegaskan kembali komitmen Bakesbangpol dan seluruh unsur terkait untuk terus membangun komunikasi yang terbuka dan preventif dalam menjaga harmoni sosial.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang mempromosikan kedamaian dan kebersamaan.pungkas Budi.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi luas dari peserta dan masyarakat sekitar, dan diharapkan menjadi langkah awal yang konsisten dalam membangun Kabupaten Jombang yang maju, sejahtera, dan harmonis. (*)
Reporter: Arif W.
Editor: Agus Imam S.
