
Tegal, SMN – Nelayan di Tegal dapat himbauan untuk tidak melaut terlebih dahulu dikarenakan factor cuaca extrem. Dengan cuaca extrem yang melanda saat ini dapat mengancam keselamatan saat melaut.
Himbauan ini disampaikan oleh Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Eko Susanto, Rabu (13/01/2026) siang. Menurutnya, cuaca ekstrem dapat memicu ombak yang tinggi dan membahayakan para nelayan.
“Karenanya, kami mengimbau kepada para pemilik, pengurus kapal dan nelayan. Agar tidak memaksakan diri melaut di tengah cuaca ekstrem yang terjadi saat ini,” imbaunya.
Menurut Eko, berlangsung Desember hingga Februari merupakan musim baratan, tinggi gelombang laut dapat mencapai hingga tiga meter. Kondisi serupa juga kerap terjadi saat musim Timuran pada periode Juni hingga Agustus.
“Cuaca saat ini cukup ekstrem. Keselamatan jauh lebih penting daripada pendapatan,” ujarnya.
saat ini ada sekitar 500 kapal yang terdata di HNSI Kota Tegal yang di antaranya sudah melaut sebelum imbauan larangan melaut dikeluarkan. Kapal-kapal yang sudah terlanjur melaut sebagian tidak bisa beraktivitas.
“Mereka ada yang bertahan di laut dan ada juga yang mencari perlindungan. Dengan menepi ke pulau terdekat,” ungkap Eko.
Eko juga menambahkan, bahwa imbauan untuk tidak melaut juga berlaku bagi kapal-kapal tradisional di wilayah Kelurahan Muarareja. Ia meminta para nelayan untuk bersabar dan bertahan setidaknya selama satu pekan ke depan hingga kondisi cuaca dinilai lebih aman.
“Selama tidak melaut, nelayan bisa menyiasatinya dengan meminjam kepada pemilik kapal,” tambahnya. (*)
Reporter: Supriyadi.
Editor: Agus Imam S.
