
Sukabumi, SMN – Cuaca ekstrem serta gelombang tinggi yang terjadi sejak beberapa hari kebelakang. Mengakibatkan pesisir Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi pada Senin (19/1/2026) nampak dipenuhi limbah kayu dengan berbagai ukuran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tumpukan limbah kayu tersebut berada tepat di tepian Pantai Ujunggenteng tempat perahu nelayan bersandar kawasan Kokoncong tepatnya di area hutan lindung Tenda Biru. Menurut warga, limbah kayu tersebut merupakan limbah kiriman yang terbawa arus dari hulu sungai dan pesisir.
Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng, Asep Jeka, mengatakan hujan lebat disertai angin kencang dan ombak pasang menyebabkan banyak limbah kayu terseret ke laut dan menumpuk di sepanjang pesisir pantai.
“Kurang lebih selama satu minggu terakhir hujan terus turun, ditambah angin kencang dan ombak pasang. Akibatnya banyak limbah tumbuhan seperti bambu, kayu gelondongan, dan ranting pohon yang terbawa arus dan berserakan di perairan Ujunggenteng,” ujar Asep, Senin (19/1/2026).
Ia menjelaskan, keberadaan limbah tersebut cukup mengganggu aktivitas nelayan, khususnya di lokasi bersandar perahu. Beberapa nelayan terpaksa berhati-hati saat keluar masuk karena khawatir baling-baling atau badan perahu tersangkut limbah kayu dan bambu.
Meski demikian, sebagian limbah kayu dan bambu yang terdampar di pesisir telah diangkut oleh warga dimanfaatkan untuk kayu bakar di rumah.
“Yang bisa dimanfaatkan, warga sudah mengangkut sebagian untuk kayu bakar. Tapi masih banyak juga yang mengapung di perairan,” katanya.
Atas fenomena tersebut, pihaknya berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk membantu penanganan limbah, agar tidak mengganggu aktivitas nelayan serta menjaga kebersihan dan keselamatan di kawasan pesisir Pantai Ujunggenteng. (*)
Reporter: Roby C.
Editor: Agus Imam S.
