
Pasuruan, SMN – Pagi itu, matahari belum terlalu tinggi saat suara adukan semen dan gesekan bata terdengar di Dusun Ngepreng, Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Di antara debu bangunan dan keringat yang mengalir, berdiri seorang pria paruh baya dengan sorot mata penuh harap. Dialah Bapak Saiful, pemilik rumah yang kini perlahan berubah dari rapuh menjadi kokoh.
Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, Kodim 0819/Pasuruan menghadirkan lebih dari sekadar perehapan rumah. Program ini menghadirkan harapan baru bagi warga yang selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan, Senin (23/2/2026).
Rumah yang sebelumnya berdinding seadanya, rawan bocor saat hujan dan dingin di malam hari, kini mulai berdiri lebih layak. Satgas TMMD bersama warga bergotong royong memasang bata demi bata, seolah menyusun kembali mimpi yang sempat tertunda.
Bapak Saiful tak kuasa menyembunyikan rasa harunya. Dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur yang mendalam.
“Saya tidak pernah membayangkan rumah saya bisa diperbaiki seperti ini. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua warga. Ini seperti mimpi bagi keluarga kami,” ucapnya penuh haru.
Di tengah kesibukan pekerjaan, prajurit TNI tak hanya membawa tenaga, tetapi juga empati. Salah satu anggota Satgas TMMD, Kopda Fery, mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari pengabdian.
“Melihat senyum Pak Saiful dan keluarganya menjadi penyemangat kami. Rumah ini bukan hanya bangunan, tapi tempat berteduh dan menaruh harapan,” tuturnya.
Kebersamaan yang terjalin di lokasi perehapan menghadirkan suasana hangat. Canda sederhana, saling berbagi cerita, hingga kerja bahu-membahu menjadi bukti bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan jembatan kemanusiaan antara TNI dan rakyat.
Kini, seiring dinding rumah yang mulai tegak berdiri, doa dan harapan Bapak Saiful pun ikut menguat. Ia berharap, rumah sederhana itu kelak menjadi tempat berlindung yang aman, saksi tumbuhnya harapan baru, dan awal kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.
TMMD ke-127 sekali lagi membuktikan bahwa dari bata dan semen, bisa lahir sebuah harapan-harapan yang dibangun dengan ketulusan, kebersamaan, dan kepedulian. (*)
Reporter: Lalang S.
Editor: Agus Imam S.
