
Madiun, SMN – Tradisi Bersih Desa (Nyadran/Sedekah Bumi) sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta (Alloh SWT), warga Desa Bibrik Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun setiap tahun di bulan Agustus sudah menjadi tradisi kegiatan turun temurun di gelar warga desanya.
Kegiatan tersebut di gelar di Punden Batur RT 18 RW 7 Desa Bibrik dengan kompak dan antusias warganya menggelar tumpengan untuk mendoakan para leluhur dan warganya juga di gelar seni budaya tayub, Minggu (3/8/2025).
Dalam acara tersebut, di hadiri Kades Bibrik Hengki Rahmawadi SP dan perangkat desanya, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama serta warga Desa Bibirik.
Kepala Desa (Kades) Bibrik Hengki Rahmawadi SP mengatakan bahwa kegiatan bersih desa (nyadran/sedekah bumi) ini disambut antusiasme warga. Mereka ramai-ramai membawa tumpengan dan hasil bumi lainya kemudian dibawa ke Punden Batur Rt 18 Rw 7 Desa Bibrik untuk di doakan bersama agar para leluhur dan warganya selamat dari tulak balak, hidup guyub rukun, makmur dan sejahtera.
“Dengan adanya bersih desa (nyadran/sedekah bumi) selain rasa bentuk syukur sama Sang Pencipta (Alloh SWT) kami juga akan terus mengingat para leluhur sekaligus diingatkan akan kematian agar selama hidup di dunia dapat terus berbuat kebaikan,” tutur Kades Bibrik Hengki Rahmawadi.
Selain itu, kegiatan ini juga sekaligus mengenalkan generasi muda terhadap para leluhur dan tokoh yang babat tanah Desa Bibrik tersebut
“Tujuan diadakan kegiatan bersih desa (nyadran/sedekah bumi) tersebut adalah untuk semakin mempererat kerukunan dan kekompakan warga, sehingga dapat mewujudkan guyub rukun bermasyarakat dan tradisi tersebut sudah ada sejak jaman dulu dan ini bagian upaya kami dalam melestarikan (nguri-uri) budaya serta merawat tradisi peninggalan nenek moyang kita,” tandasnya. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
