
Blitar, SMN – Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, menegakkan keadilan hukum, serta merawat kehidupan demokrasi saat menghadiri peresmian renovasi Istana Gebang di Kota Blitar, Senin (15/6/2026).
Di hadapan para tamu undangan, kader partai, pejabat, dan masyarakat yang memadati kawasan situs bersejarah tersebut, Megawati mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki kewajiban moral untuk menghormati dan menjaga warisan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan.
Ia menekankan bahwa generasi muda perlu memahami sejarah secara utuh agar tidak kehilangan arah dalam menjaga identitas dan karakter bangsa. Kemerdekaan yang dinikmati saat ini, kata Megawati, merupakan hasil perjuangan panjang yang dibayar dengan pengorbanan besar oleh para pendiri bangsa.
“Jangan pernah melupakan perjuangan para pendiri bangsa. Kemerdekaan yang kita nikmati sekarang diperoleh dengan pengorbanan yang luar biasa,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Megawati juga menyinggung perjalanan politik Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno. Ia mempertanyakan proses yang dialami Bung Karno setelah dicabut dari kekuasaannya pada masa lalu dan menegaskan pentingnya prinsip negara hukum yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh perlakuan yang adil.
Menurut Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut, hukum tidak boleh tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Seluruh warga negara, tanpa memandang jabatan, kekuasaan, maupun latar belakang ekonomi, harus memperoleh hak yang sama di hadapan hukum.
“Semua warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Karena itu hukum harus ditegakkan secara adil,” ujarnya.
Selain menyoroti persoalan hukum, Megawati juga mengkritisi maraknya penyebaran informasi yang tidak berbasis fakta. Ia mengingatkan pentingnya tanggung jawab moral dalam dunia jurnalistik dan komunikasi publik agar masyarakat tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan.
Di bidang demokrasi, Megawati menegaskan bahwa kritik dan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan berbangsa. Menurutnya, demokrasi yang sehat harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat secara bebas dan bertanggung jawab.
Menutup pidatonya, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga Indonesia sebagai negara hukum yang demokratis, menjunjung tinggi keadilan, serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa. Peresmian renovasi Istana Gebang sendiri menjadi simbol pelestarian sejarah nasional yang memiliki keterkaitan erat dengan masa kecil Bung Karno di Kota Blitar. Acara tersebut berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir.(*)
Reporter: Imam
Editor: Agus Imam S.
