
Jombang, SMN – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mencatat munculnya kembali kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada awal tahun 2026. Sebanyak 28 ekor sapi di wilayah tersebut terkonfirmasi terjangkit penyakit menular pada hewan, Selasa (13/01/2026).
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Moch Saleh, melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Azis Daryanto, mengungkapkan bahwa untuk laporan 28 kasus PMK, terjadi di beberapa wilayah Kecamatan Jombang.
“Kasus PMK paling banyak ditemukan di Kecamatan Jogoroto. Namun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, angka ini masih jauh lebih rendah,” ungkap Azis, Kamis (15/01/2026).
Berikut adalah Peta Sebaran Kasus PMK di Jombang, berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sebaran kasus per 13 Januari 2026 adalah sebagai berikut:
1. Kecamatan Jogoroto: 11 kasus (terbanyak)
2. Kecamatan Jombang: 3 kasus
3. Kecamatan Perak: 3 kasus
4. Kecamatan Bandar Kedungmulyo: 2 kasus
5. Kecamatan Bareng: 2 kasus
6. Kecamatan Gudo: 2 kasus
7. Kecamatan Sumobito: 2 kasus
8. Kecamatan Kudu: 1 kasus
9. Kecamatan Mojowarno: 1 kasus
10. Kecamatan Peterongan: 1 kasus
Dinas Peternakan Kabupaten Jombang telah melakukan sejumlah langkah pengendalian untuk mencegas terjadinya penyebarluasan.
Azis menjelaskan bahwa pihaknya rutin melakukan penyemprotan desinfektan dan pembersihan di sejumlah pasar hewan setiap dua minggu sekali. Sekaligus terus menggencarkan program vaksinasi PMK.
“Untuk penyemprotan dilakukan di Pasar Hewan Kabuh, Ploso, Tambar, Ngoro, Sidowarek, dan Mojoagung,” terangnya.
Menurut Aziz, penyebab dari munculnya Kembali kasus ternak PMK ini dikarenakan factor lingkungan dan beberapa factor lainnya.
“PMK saat ini kembali muncul dikarenakan cuaca sedang memasuki puncak musim penghujan. Dimana kondisi lingkungan lebih lembab yang memungkinkan virus berkembang lebih cepat, termasuk masih terdapat ternak yang belum tervaksin PMK terutama pedet dan adanya pemasukan sapi dari luar Jombang yang dibeli pedagang dengan riwayat vaksin belum jelas,” jelasnya.
Dari pihaknya, mengimbau kepada Masyarakat dan para peternak apabila ada hewan yang mengalami gejala untuk segera melapor dan beri Tindakan pertama dengan memisahkan hewan yang menunjukkan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kaki, serta berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi yang diselenggarakan pemerintah daerah. (*)
Reporter: Arif W.
Editor: Agus Imam S.
