
Probolinggo, SMN – Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo, Dini Rahmania, dalam Resesnya melakukan aksi nyata untuk menjaga perputaran ekonomi dengan mengajak Konstituen nya belanja dipasar tradisional Dringu, Probolinggo, Jawa Timur di tengah suasana Ramadhan, Senin (2/3/2026).
Dini Rahmania mengajak sekitar kurang lebih 300 kader partai dan ibu-ibu untuk memborong dagangan di Pasar Dringu, Probolinggo, Jawa Timur.
Aksi blusukan itu dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Dini tampak berjalan kaki dari depan Kantor Kecamatan Dringu menuju pasar. Ia berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, berinteraksi langsung dengan pedagang, serta membeli berbagai kebutuhan mulai dari sayur-mayur, hingga ikan dan daging.
“Hari ini, kami sengaja mengajak seluruh kader, untuk belanja bersama. Ada hampir 300 orang kader yang hadir untuk meramaikan pasar ini,” ujar Dini seusai melakukan aksi borong dagangan.
Dini menjelaskan bahwa inisiatif tersebut bertujuan untuk menyiasati kondisi pasar yang cenderung sepi pembeli di pagi hari selama bulan puasa. Dengan kehadiran ratusan kader yang berbelanja dalam jumlah besar, diharapkan roda ekonomi para pedagang kecil tetap berputar stabil.
“Jika pasar semakin ramai, insyaallah ekonomi akan semakin berputar. Itulah alasan saya menggerakkan kader NasDem untuk turun langsung belanja bersama,” terangnya.
Para pedagang di Pasar Dringu tampak sumringah dan menyambut antusias kehadiran rombongan tersebut. Dini sempat berdialog dengan beberapa pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli sejak awal Ramadan.
“Tadi saya tanya pedagang, katanya agak sepi. Alhamdulillah, suasana jadi jauh lebih ramai sejak bapak-ibu kader Partai NasDem datang berbelanja hari ini,” tambah Dini.
Legislator NasDem dari Dapil Jawa Timur II yang meliputi Probolinggo-Pasuruan itu juga menegaskan bahwa aksi ‘Belanja Bareng’ itu tidak berhenti di Pasar Dringu saja, Dini berencana terus berkeliling ke pasar-pasar tradisional lainnya di wilayah Probolinggo guna memastikan dukungan nyata terhadap produk lokal dan kesejahteraan para pedagang pasar tetap terjaga selama bulan suci Ramadan.(*)
Reporter: Edi S.
Editor: Agus Imam S.
