
Jombang, SMN – Proyek pembangunan fisik Terminal Barang baru di Kabupaten Jombang telah resmi dimulai. Lokasi yang dipilih adalah lahan eks Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Desa Glagahan, Kecamatan Perak, yang dianggap strategis sebagai buffer zone (zona penyangga), untuk Saat ini pembersihan lahan hampir rampung dan segera dilanjutkan dengan proses pengurukan sebagai tahap awal konstruksi.
Kepala Dinas Perhubungan Jombang, Sugianto melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Yohan Kartika memastikan seluruh tahapan awal pembangunan Terminal Barang di desa glagahan kecamatan perak berjalan sesuai jadwal.
Ia menyebut, proyek ini telah melewati proses kontrak, pengecekan lapangan, hingga rapat pra konstruksi atau pre construction meeting (PCM).
“Dari PCM sudah dibuat berita acara yang memuat kesepakatan teknis pelaksanaan pekerjaan,” ujar Yohan, saat di wawancarai di ruang kerja pada Selasa (18/11/25).
Yohan menegaskan pekerjaan telah dimulai sejak Rabu (12/11/25). Tahap awal meliputi pembersihan area dari tanaman dan pepohonan yang berada di lokasi pembangunan Terminal Barang, setelah itu proses pengurukan, Pembangunan rabat beton pintu masuk, pembangunan drainase di sekeliling lokasi dan pemavingan, untuk pengurukan 3000m persegi untuk paving 2000 M persegi.
Untuk luas lahan keseluruhan adalah 2 hektar sedangkan yang di uruk hanya 3000 M persegi, menyisakan lahan yang dibelakang nanti tergantung kebutuhan apabila dibutuhkan akan dibangun lagi, nantinya akan dibangun selain pelataran parkir juga kantornya terminal angkutan barang tersebut
Lebih lanjut Yohan menjelaskan proyek pembangunan terminal barang ini senilai Rp 1,7 milyar yang bersumber dari APBD Kabupaten jombang, dan di kerjakan oleh CV Putra Mandiri, dengan konsultan pengawas CV Elang Persada.
“Kami berharap kontraktor dapat melaksanakan pekerjaan tepat waktu, sehingga tidak ada keterlambatan dan kualitas tetap terjaga,” tegas Yohan.
Proyek ini memiliki kontrak waktu yang ketat, yaitu hanya sekitar 45 hari kalender, dengan target penyelesaian konstruksi tahap awal pada 26 Desember 2025 harus selesai. Ini akan menjadi terminal barang pengganti Terminal Barang Tunggorono yang di alih fungsikan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Lahan Terminal Barang di Tunggorono sudah tidak bisa digunakan. Harapannya terminal baru di Perak bisa difungsikan tahun depan,” jelasnya.
Terminal Barang Glagahan-Perak ini disiapkan sebagai fasilitas parkir kendaraan kargo, khususnya truk-truk besar, untuk mengurangi praktik parkir liar di sepanjang jalan nasional dan kawasan perkotaan Jombang.
“Dengan dibangunnya terminal barang tersebut memberikan manfaat untuk penertiban Lalu Lintas: Secara signifikan mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan akibat truk yang parkir di bahu jalan,” tutur Yohan.
Untuk Peningkatan Keamanan Kargo: Menyediakan lokasi transit yang aman dan resmi bagi pengemudi, peningkatan PAD: Potensi retribusi dari pengelolaan parkir yang terpusat.
Ia menambahkan bahwa dengan adanya pembangunan terminal angkutan barang di glagahan perak ini merupakan proses jangka panjang untuk menata logistik di Jombang
“Fungsi utama terminal ini adalah memastikan Jombang memiliki tata kelola tranportasi barang yang aman tertib dan efesien demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Arif W.
Editor: Agus Imam S.
