
Madiun, SMN – Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop dan UM) terus memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program Bhakti Harmonis Bahana Bersahaja yang digelar di 11 titik layanan di Desa Bodag Kecamatan Kare Kabupaten Madiun.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Indra Setyawan, melalui Kasubid Perdagangan Budi menyampaikan bahwa di acara Bhakti Harmonis Bahana Bersahaja membuka berbagai layanan dihadirkan untuk mendukung pelaku UMKM, koperasi hingga pelayanan perdagangan bagi masyarakat setempat.
Kegiatan Bhakti Harmonis BAHANA BERSAHAJA Meriahkan ribuan warga Desa Bodag yang dihadiri Bupati Maadiun Hari Wuryanto, Wabup Madiun Purnono Hadi, Sekda Madiun Sigit Budiarto, Forkopimda, seluruh OPD, Camat dan seluruh Kades se Kecamatan Kate Kabupaten Madiun.
Menurutnya, pada sektor UMKM terdapat tiga layanan utama yang menjadi fokus dalam kegiatan tersebut. Diantaranya penyediaan 1.000 bungkus nasi gratis yang melibatkan warung-warung di Desa Bodag sebagai penyedianya.
“Untuk bidang UMKM ada tiga layanan. Pertama penyediaan 1.000 bungkus nasi gratis oleh warung-warung di Desa Bodag, sebagai yang menyiapkan nasi bungkus tersebut yang ditentukan oleh desa,” ungkap Budi
Kasubid Perdagangan Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun Budi saat dikonfirmasi menjelaskan layanan UMKM dan pasar murah dalam program Bhakti Harmonis Bahana Bersahaja di Kabupaten Madiun.
Selain pembagian nasi gratis, ia juga me yampaikan bazar UMKM dan pasar murah UMKM yang diikuti pelaku usaha lokal dari desa penyelenggara kegiatan dan harganya sudah di subsidi dari Pemerintah Kabupaten Madiun dengan harga dibawah harga pasaran.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat sekaligus memperluas pemasaran produk usaha mikro di wilayah pedesaan.
“Di bazar UMKM dan pasar murah UMKM. Ini juga diikuti UMKM desa setempat, sebagai bentuk pemberdayaan perekonomian masayarkat,” imbuhnya
Selain itu juga menyediakan ruang pemasaran, Dinas Perdagkop UM Kabupaten Madiun juga memberikan pendampingan inkubasi bisnis kepada pelaku usaha mikro agar mampu berkembang dan memiliki daya saing tinggi.
Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan selama dua hingga lima bulan dengan fokus pada penguatan kapasitas usaha masyarakat.
“Di dalam pendampingan inkubasi bisnis kepada UMKM selama dua bulan sampai lima bulan agar pelaku UMKM benar benar tahu dan faham dalam menjalankan bisnis UMKM dengan baik,” jelasnya.
Dalam kegiatan Bhakti Harmobis Bahana Bersahaja, di sektor perdagangan melalui UPTD Metrologi juga menghadirkan layanan tera ulang alat ukur dan timbangan milik pedagang di desa sekitarnya.
Layanan tersebut bertujuan memastikan alat ukur yang digunakan tetap sesuai standar sehingga memberikan perlindungan rasa aman dan nyaman bagi konsumen maupun pedagangnya.
“Ada warga yang menterakan ulang timbanganya untuk memastikan timbangan-timbangan tersebut berfungsi sesuai standartnya,” katanya.
Ada lagi di bidang koperasi, Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun membuka layanan klinik bisnis koperasi bagi masyarakat yang membutuhkan konsultasi terkait pengelolaan dan pengembangan koperasinya .
Selain layanan konsultasi koperasi, masyarakat juga dapat memanfaatkan pasar murah sembako yang disediakan guna membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
“Bidang koperasi ada klinik bisnis koperasi untuk konsultasi terkait perkoperasian. Kemudian dari bidang perdagangan ada pasar murah sembako dengan harga,terjangkau Karen sudah di subsudi oleh Pemkab Madiub,” tandasnya. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
