HomeBERITADKPP Kota Madiun Terus Tingkatkan Produktifitas Padi dengan Ubinan Lahan Demplot

DKPP Kota Madiun Terus Tingkatkan Produktifitas Padi dengan Ubinan Lahan Demplot

DKPP Kota Madiun memanen padi Varitas Sintanur Wangi di lahan Demontrasi Plot (Demplot) di lahan Peceland Kota Madiun. (Foto: suyanto/suaramedianasional.com)

Madiun, SMN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun terus meningkatkan produktivitas padi petani setempat dengan melakukan kegiatan ubinan hasil budidaya varietas Sintanur Wangi di lahan demonstrasi plot (demplot) Peceland Kota Madiun.

“Kegiatan ubinan tersebut bertujuan untuk mengevaluasi hasil budidaya sekaligus menguji kesesuaian varietas padi Sintanur Wangi di Kota Madiun,” ujar Kepala DKPP Kota Madiun Jemakir dalam keterangannya di Madiun, Senin (6/7/2026).

Adapun, hasil ubinan pada petak 2,5 meter x 2,5 meter tersebut menghasilkan gabah sebanyak 5,7 kilogram, atau setara dengan estimasi produksi 9 ton per hektare.

“Capaian itu istimewa karena berhasil melampaui potensi deskripsi resmi varietas yang biasanya hanya berkisar 6–7 ton per hektare,” katanya.

Keberhasilan tersebut juga didukung oleh penerapan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan. Yakni, penanaman dilakukan menggunakan mesin rice transplanter, sedangkan pemupukan memanfaatkan Phonska Plus 50 kilogram, Urea 20 kilogram, serta dua kali penyemprotan KNO3 pada fase generatif untuk mengoptimalkan pengisian bulir. Budidaya di demplot tersebut juga sama sekali tidak menggunakan aplikasi pestisida kimia.

Padi varietas Sintanur Wangi sendiri menjadi pilihan unggulan karena menghasilkan beras beraroma harum dengan nilai jual tinggi. Selain berbatang kokoh dan tahan rebah, daun benderanya yang tegak dapat menyembunyikan malai padi dari serbuan burung.

Melalui demplot ubinan, DKPP Kota Madiun berharap teknik budidaya modern dan ramah lingkungan tersebut dapat menjadi referensi bagi petani setempat untuk mendongkrak produktivitas dan menjaga ketahanan pangan Kota Madiun di tengah tantangan lahan sawah yang terbatas.

Data DKPP setempat mencatat luas lahan pertanian di Kota Madiun saat ini sekitar 870 hektare. Luas sawah tersebut mengalami pengurangan akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan kawasan perkotaan. Karena itu, peningkatan produktivitas menjadi fokus utama pemerintah daerah setempat di tengah keterbatasan lahan yang tersedia. (*)

Reporter: Suyanto

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Bea Cukai Probolinggo Ajak Masyarakat Gempur Rokok Ilegal dan Waspadai Penipuan

Probolinggo, SMN - Dalam Upaya memberantas peredaran rokok ilegal tidak hanya membutuhkan pengawasan aparat, tetapi juga peran aktif masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Kantor Pengawasan...

Seminar Nasional dan Pengukuhan DPP Papdesi, Bupati Madiun: Harap KDKMP dan MBG Mampu Jadi Sarana Pemberdayaan Masyarakat

Madiun, SMN - Bertempat di Pendopo Ronggo Djumeno, Caruban telah terselenggara kegiatan Seminar Nasional dengan Tema Peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Program...

Polres Madiun Bahas Penguatan UMKM dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Study Lingkungan Sespimmen Polri Ditdirek ke-67

Madiun, SMN - Polres Madiun menjadi lokasi pelaksanaan Studi Lingkungan Organizational Health Audit (OHA) dan Environmental Scanning (ES) dalam rangka Management Training Course (MTC)...

14 Desa di Kabupaten Madiun Naik Kelas dari Hasil Pemutakhiran Data Indeks Desa 2026 Rampung 100 Persen

Madiun, SMN - Pemutakhiran data Indeks Desa Tahun 2026 di Kabupaten Madiun menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Berdasarkan hasil verifikasi dan validasi Tim Kabupaten...

Dengan FKP 2026, Pemprov Kaltara Dorong Peningkatan Mutu Layanan RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan

Tarakan, SMN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong peningkatan kualitas pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan agar...