
Lumajang, SMN – DPRD Kabupaten Lumajang menegaskan dukungannya terhadap penguatan pendidikan karakter bagi anak-anak usia SD dan SMP. Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Perpres Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui media film, Rabu (24/9/2025) di salah satu gedung film di Kota Lumajang.
Sekretaris Komisi D DPRD Lumajang, Arif Wijayanto mengatakan pendidikan karakter sangat penting untuk mencegah maraknya aksi perundungan (bullying) di sekolah maupun di luar sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak semua pihak, termasuk orang tua dan masyarakat, ikut serta mencegah aksi-aksi bullying. Film ini tidak hanya hiburan, tapi juga edukasi bagi anak-anak,” ujarnya.
SEB 3 Menteri: Dorong Tujuh Kebiasaan Anak Hebat. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Harian DPN Forum Pemuda Pelopor, Bagus Hariyanto, menjelaskan adanya Surat Edaran Bersama (SEB) 3 Menteri Nomor 1 Tahun 2025. SEB yang diterbitkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Dalam Negeri, serta Menteri Agama ini menjadi landasan baru untuk memperkuat pendidikan karakter.
“SEB ini mendorong pembiasaan di sekolah dan melibatkan catur pusat pendidikan: sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Tujuannya membentuk Profil Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, bergotong royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis, serta menjunjung kebinekaan,” ungkap Bagus.
Lebih jauh, ia menyebut SEB tersebut juga menggerakkan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, mulai dari bangun pagi, rajin beribadah, berolahraga, makan sehat, hingga gemar belajar.
“Jika konsisten dilakukan, kebiasaan sederhana ini akan membentuk karakter kuat pada anak-anak kita,” tambahnya.
Menurut Bagus, untuk Menuju Indonesia Emas 2045. Program penguatan pendidikan karakter ini, selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045, yakni membangun sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global.
“Landasan hukumnya jelas, yaitu tindak lanjut dari Perpres Nomor 87 Tahun 2017. Kita ingin anak-anak Indonesia tumbuh dengan karakter kuat, sehingga siap menjadi generasi emas,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan tidak berhenti sebatas nonton film bersama, melainkan menjadi gerakan nyata di sekolah-sekolah dan lingkungan keluarga.
“Karakter anak-anak kita adalah pondasi masa depan bangsa. Jika sejak dini mereka terbiasa dengan nilai kebaikan, disiplin, dan kepedulian, maka kita tidak hanya mencegah bullying, tetapi juga menyiapkan generasi pemimpin yang berintegritas,” pungkas Arif. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
