
Lumajang, SMN — Komisi D DPRD Kabupaten Lumajang menegaskan dukungan penuhnya kepada Tim Arung Jeram Indonesia (FAJI) Lumajang yang menjadi wakil Indonesia dalam World Rafting Championship (WRC) 2025 di Malaysia pada 1 hingga 7 Desember 2025 mendatang.
Dukungan ini disampaikan dalam rapat koordinasi pada 4 November 2025 lalu, di ruang Komisi D DPRD Lumajang yang dipimpin Ketua Komisi D, Supratman dan dihadiri Kepala Dispora Zainul Rofik, serta Ketua KONI Lumajang Budi Satria Andhika. Dalam rapat tersebut, DPRD, KONI, dan Dispora sepakat memperkuat sinergi agar FAJI Lumajang dapat tampil maksimal di ajang dunia.
“Keberhasilan atlet Lumajang di tingkat internasional adalah kebanggaan bersama. Mereka membawa nama bangsa, dan sudah sepatutnya mendapat dukungan optimal dari daerah,” ujar Supratman.
Dukungan itu pun tak sia-sia. Indonesia berhasil meraih dua medali emas, disumbangkan oleh atlet-atlet Lumajang di kategori Sprint dan Head to Head Junior Men. Indonesia Raya berkumandang di panggung internasional—momen yang menjadi puncak dari perjalanan panjang penuh pengorbanan.
Perjuangan yang Tak Terlihat: Donasi, Pengorbanan, dan Mental Baja. Prestasi gemilang tersebut lahir bukan dari fasilitas mewah, melainkan dari tekad yang ditempa keterbatasan. Pelatih FAJI Lumajang, Vendik (Pepeng), mengungkapkan bahwa keberangkatan tim ke Malaysia harus ditempuh dengan perjuangan besar.
“Kami berangkat bukan dengan dana besar, tapi dengan niat besar. Alumni sekolah ikut urunan, saya meminjam ke seseorang, bahkan terpaksa menggadaikan SK ke Bank Jatim agar anak-anak bisa berangkat,” ungkap Pepeng, Kamis (4/12/2025).
Meski mendapatkan uang saku dari KONI dan bantuan transportasi dari Dispora, kebutuhan tim masih jauh dari cukup. Seorang anggota DPRD pun turut memberikan donasi pribadi setelah sesi hearing.
“Sekecil apa pun bantuan sangat berarti, tapi untuk level internasional, dukungan seperti ini jelas belum memadai,” ujarnya.
Dalam kompetisi, para atlet bertahan dengan kondisi sederhana, mengandalkan katering panitia dan nyaris tanpa waktu untuk penyegaran mental karena keterbatasan biaya. Namun semangat mereka tak padam.
“Kami menjaga mental anak-anak. Fasilitas boleh minim, tapi tekad tidak boleh goyah,” tambah Pepeng.
Prestasi yang Harusnya Jadi Alarm Penting. Kesuksesan FAJI Lumajang menjadi bukti bahwa potensi besar atlet daerah harus mendapat perhatian lebih serius.
“Prestasi ini kelas dunia. Anak-anak ini layak dibina dan didukung, bukan dibiarkan berjuang sendiri,” tegas Pepeng.
Perolehan medali Indonesia di WRC 2025 pun memperkuat pesan tersebut. Di kategori Junior Men, atlet Lumajang sukses meraih emas ganda di nomor Sprint dan Head to Head—mengungguli Malaysia dan Czesia.
Perolehan Medali IRF World Rafting Championship 2025 (Ringkasan)
Sprint – Junior Men: INA 1 (Kab. Lumajang)
Malaysia
Czesia
Head to Head – Junior Men: INA 1 (Kab. Lumajang)
Malaysia
Ceszia
Prestasi ini sekaligus mengingatkan bahwa kejayaan di panggung dunia sering kali lahir dari perjuangan sunyi yang tak tercatat dalam anggaran.
Dengan dukungan DPRD serta semangat pantang menyerah para atlet, Lumajang menegaskan diri sebagai salah satu daerah yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kompetisi internasional. Semoga kisah ini menjadi pemantik untuk memperkuat pembinaan olahraga arung jeram dan cabang lain di masa mendatang.
“Ada tambahan medali perak dari kelas Sallom,” tutup Pepeng. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
