
Pasuruan, SMN – Persoalan kekeringan yang setiap tahun melanda sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan kembali menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Pasuruan. Dalam podcast “Jawara Jagongan Wakil Rakyat” bersama Bangsa Online, anggota Komisi IV DPRD menegaskan perlunya solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih di daerah rawan kekeringan, Selasa (12/5/2026).
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Abdul Karim, Faizaturrahmah, dan Munawir Abdus Salam menyebut wilayah selatan dan timur Pasuruan masih menjadi daerah paling rentan saat musim kemarau tiba.
Menurut Abdul Karim, meski Pasuruan memiliki sumber mata air besar seperti Umbulan dan Banyu Biru, masih banyak desa mengalami kesulitan air bersih setiap tahun.
“Pemerintah daerah bersama BPBD sebenarnya sudah melakukan antisipasi sejak awal tahun melalui dropping air, bantuan tandon, dan embung sederhana,” ujarnya.
Sementara itu, Faizaturrahmah menilai faktor geografis dan kondisi lahan kritis menjadi penyebab utama sulitnya distribusi air di beberapa wilayah seperti Kejayan, Pasrepan, dan Purwodadi.
Ia menegaskan DPRD terus mendorong pembangunan sumur bor, bak penampungan air, serta program pipanisasi untuk kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Hal senada disampaikan Munawir Abdus Salam yang menyoroti kondisi Kecamatan Lumbang. Menurutnya, wilayah pegunungan dan bebatuan membuat warga kesulitan mendapatkan sumber air saat musim kemarau.
“Banyak warga terpaksa membeli air atau mengambil air dari daerah lain karena akses dan sumber air sangat terbatas,” katanya.
Selain mendorong penambahan armada mobil tangki BPBD, DPRD juga meminta perbaikan infrastruktur jalan menuju desa-desa terdampak agar distribusi bantuan air lebih mudah dilakukan.
Dalam kesempatan tersebut, para legislator juga mendorong perusahaan-perusahaan di Kabupaten Pasuruan agar mengarahkan program CSR untuk pembangunan fasilitas air bersih di wilayah rawan kekeringan.
Mereka berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat menjadi solusi nyata agar persoalan kekeringan tahunan di Kabupaten Pasuruan bisa segera teratasi. (*)
Reporter : Lalang S.
Editor: Agus Imam S.
