
Jombang, SMN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memacu peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan guna mencetak generasi yang unggul.Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi meresmikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana SMA/SMK/SLB Negeri/Swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi Jatim seperti kabupaten Jombang,kabupaten Nganjuk serta Blitar.
Peresmian yang dipusatkan di SMKN 1 Jombang, dan ditandai dengan pemotongan tali pita serta penandatanganan prasasti secara simbolis yang selanjutnya akan dipasang di masing-masing sekolah penerima program, pada Rabu sore (11/3/26).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana sekolah dilakukan untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa, termasuk bagi sekolah-sekolah di wilayah Jatim yang membutuhkan penguatan fasilitas.
“Program revitalisasi dan rehabilistasi mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, sanitasi, dan fasilitas praktikum, sesuai dengan ketentuan Pemprov Jatim,” terangnya.
Kita memulai peresmian dari tanggal 2 januari,kita sudah langsung keliling untuk meresmikan dengan total 400 se Jawa timur.hari ini ada 51 titik.besok di madiun 76 titik,meliputi ngawi,madiun,magetan dan Ponorogo.
Khofifah menjelaskan bahwa di Kabupaten Jombang, sebanyak 17 lembaga pendidikan menerima bantuan program revitalisasi dan rehabilitasi fisik dengan nilai total 13,9 Miliar.
“Saya berharap dengan adanya program ini bisa mendukung proses belajar mengajar di sekolah, sehingga bisa memacu prestasi-prestasi yang luar biasa kedepannya,” harapnya.
Beliau juga menambahkan bahwa tantangan masa depan menuntut kreativitas tinggi Sarana yang fungsional akan mendukung para guru untuk lebih inovatif.
“Jika lingkungannya nyaman, maka transfer ilmu akan lebih optimal. Inilah langkah berkelanjutan kita untuk mencetak generasi unggul yang siap berkompetisi di kancah global,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Aris Agung Paewai, melaporkan bahwa proyek ini mencakup perbaikan ruang kelas, laboratorium, hingga fasilitas ramah disabilitas di SLB. Fokus utama rehabilitasi ini adalah fungsionalitas dan ketahanan bangunan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Revitalisasi ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh warga sekolah di tiga kabupaten tersebut untuk terus berprestasi dan menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan sebaik-baiknya,” tuturnya. (*)
Reporter: Arif W.
Editor: Agus Imam S.
