HomeBERITAEfisiensi atau Sekadar Panggung? Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota...

Efisiensi atau Sekadar Panggung? Gaya Kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Disorot

Ketua SMSI Blitar Raya Prawoto Sadewo. (Foto: Imam/suaramedianasional.com)

Blitar, SMN – Ruang publik Kota Blitar belakangan ini diramaikan oleh gaya kepemimpinan yang menuai beragam tafsir. Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin atau yang akrab disapa Mas Ibin, memilih bersepeda ke kantor dengan narasi efisiensi anggaran. 

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Elim Tyu Samba tampil dengan pendekatan berbeda, yakni menggunakan becak listrik sebagai bentuk dukungan terhadap para tukang becak penerima bantuan pemerintah pusat.

Langkah tersebut sekilas tampak sederhana dan dekat dengan rakyat. Namun, di tengah derasnya eksposur media dan sorotan publik, muncul pertanyaan yang tak bisa dihindari: apakah ini murni efisiensi, atau sekadar strategi pencitraan?

Ketua SMSI Blitar Raya, Prawoto Sadewo, menilai masyarakat saat ini sudah semakin cerdas dalam membaca simbol-simbol kepemimpinan. Menurutnya, publik tidak lagi mudah terkesan oleh gestur yang dikemas dramatis tanpa diikuti dampak nyata.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar simbol kesederhanaan, tetapi kebijakan yang konkret dan menyentuh kebutuhan riil,” ujarnya.

Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar di Kota Blitar yang hingga kini belum terselesaikan secara optimal. Mulai dari nasib tenaga outsourcing yang belum jelas, keterbatasan lapangan kerja, kualitas pelayanan kesehatan, hingga tata kelola rumah sakit yang dinilai masih perlu pembenahan serius.

Di sektor pendidikan, potensi pungutan liar juga masih menjadi bayang-bayang, sementara sejumlah proyek infrastruktur seperti jembatan di Jalan Gotong Royong masih mangkrak tanpa kepastian.

Dalam konteks ini, Prawoto menegaskan bahwa efisiensi seharusnya tidak dimaknai secara sempit. Penghematan bukan hanya soal mengurangi penggunaan kendaraan dinas, tetapi juga bagaimana anggaran secara keseluruhan dapat dialihkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih mendesak.

“Fasilitas negara yang melekat pada jabatan kepala daerah itu ada untuk menunjang efektivitas kerja. Kalau simbol efisiensi justru berpotensi mengganggu pelayanan publik, maka esensinya perlu dipertanyakan,” tegasnya.

Ia juga menilai penggunaan sepeda atau becak sebagai sarana transportasi bukanlah persoalan, selama dilakukan secara proporsional. Namun jika dipertontonkan secara berlebihan dan terus-menerus, publik berhak menilai hal tersebut sebagai bagian dari strategi membangun citra.

Lebih jauh, Prawoto mengingatkan bahwa tolok ukur kepemimpinan sejatinya terletak pada realisasi janji politik. Ia menyebut, capaian 40 persen dari janji kampanye yang terealisasi dengan baik sudah cukup menjadi bukti keseriusan seorang pemimpin.

Sorotan lain yang mencuat adalah dugaan ketidakharmonisan di antara dua pucuk pimpinan daerah tersebut. Perbedaan gaya yang kontras dinilai berpotensi menimbulkan persepsi kurang solidnya arah kepemimpinan.

“Publik tentu berharap wali kota dan wakil wali kota bisa berjalan seiring, meninggalkan ego masing-masing, dan fokus pada pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa Kota Blitar tidak membutuhkan pemimpin yang sekadar tampil sederhana di depan kamera. Yang dibutuhkan adalah kepemimpinan yang bekerja nyata, konsisten, dan mampu menyelesaikan persoalan di balik layar.

“Sudah saatnya energi difokuskan untuk kolaborasi membangun kota, bukan sekadar berlomba menjadi viral,” pungkasnya.(*)

Reporter: Imam

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Dirut PDAM Kota Madiun dan Camat Kota Madiun Digarap KPK

Madiun, SMN - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil delapan saksi dalam kasus dugaan pemerasan tersangka Walikota Madiun, Maidi, Kamis (16/4/2026). Dokumen hingga Alat Elektronik...

Jukir di Kota Madiun: Tergusur Proyek PSC Corner, Kini Terancam Kehilangan Rumahnya

Madiun, SMN - Di tengah proses penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, terungkap kisah memilukan dari sebuah keluarga sederhana...

Workshop Literasi Data Kaltara Dorong Penguatan Satu Data Daerah

Tanjung Selor, SMN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) menggelar Workshop Pengembangan Literasi Data...

ASN Malinau Terima SK 100 Persen dan Purna Tugas, Bupati Tekankan Integritas dan Adaptasi Teknologi

‎Malinau, SMN – Pemerintah Kabupaten Malinau melaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangkaian Apel Korpri di lingkungan Pemkab Malinau....

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Bupati Maya Hasmita Terima Audiensi BPS Labuhanbatu

Labuhanbatu, SMN - Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita, didampingi Wakil Bupati Jamri, menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Labuhanbatu dalam rangka persiapan pelaksanaan Sensus Ekonomi...