
Kaltara, SMN – Ribuan warga tampak menikmati setiap rangkaian acara budaya dari berbagai etnis yang tampil bergantian sejak dibuka 7 Oktober lalu pelaksanaan Festival Budaya Irau ke-11 dan peringatan Hari HUT ke-26 Kabupaten Malinau tahun 2025 ini. Bahkan, hingga hari 6 pada minggu (12/10/2025) malam, suasana di Padan Liu Burung tetap meriah, aman dan kondusif.
Hal ini juga tidak terlepas dari peran serta aparat gabungan keamanan dalam melaksanakan pengamanan selama kegiatan Irau berlangsung siang dan malam. Baik dari Polres, Kodim, TNI, Satpol PP, hingga ormas turut dilibatkan untuk siaga menjaga kelancaran agenda besar dua tahunan tersebut.
Kapolres Malinau, AKBP Imam Irawan, mengapresiasi Pemkab Malinau atas suksesnya penyelenggaraan Irau yang berjalan aman dan tertib hingga saat ini.
“Kami dari Polres dan Kodim sudah mempersiapkan pengamanan sejak awal. Polres bersama Pemda, TNI, Satpol PP, dan ormas kita libatkan untuk melaksanakan pengamanan bersama agar kegiatan Irau ini berjalan lancar hingga selesai,” ujarnya.
Pihaknya juga telah mengantisipasi sejumlah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) jauh sebelum acara dimulai. Langkah-langkah preventif dilakukan melalui himbauan kepada masyarakat, patroli gabungan tiga pilar (TNI, Polri, Pemda), serta melibatkan unsur masyarakat dalam menjaga keamanan.
“Kita juga melakukan razia di lokasi-lokasi rawan peredaran miras dan narkoba. Alhamdulillah, sampai hari ini pelaksanaan Irau tetap berjalan lancar, dan kami akan terus menjaga situasi ini hingga acara usai,” katanya.
Kapolres bersyukur bisa bertugas di Malinau, karena dapat menyaksikan langsung kekayaan budaya yang berpadu harmonis.
“Berbagai kebudayaan berbeda bisa dikolaborasikan dengan serasi, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pertunjukan. Keharmonisan antar suku dan paguyuban benar-benar terasa di sini,” katanya.
Sementara itu, Dandim 0910/Malinau, Letkol Inf M. Syaiful Arif juga menyampaikan bahwa TNI turut memperkuat pengamanan dengan melibatkan Satgas Pamtas di wilayah perbatasan. Dandim juga secara pribadi menyampaikan kesannya terhadap kabupaten malinau, yang dinilainya sebagai indonesia mini.
Dandim benar-benar merasakan keharmonisan antara pemerintah, stakeholder, dan masyarakat di Malinau.
“Banyak suku dan etnis bisa hidup rukun dan damai. Ini seperti Indonesia mini yang memperlihatkan wujud nyata persatuan dan kesatuan bangsa,” tukasnya. (*)
Reporter: Syahraini.
Editor: Agus Imam S.
