HomeBERITAFestival Irau Malinau Dimeriahkan Pesta Adat Ufah Kayan, Prosesi Sakral Melahirkan Pemimpin

Festival Irau Malinau Dimeriahkan Pesta Adat Ufah Kayan, Prosesi Sakral Melahirkan Pemimpin

BUDAYA KAYAN – Tetua Kayan saat menggelar prosesi penegakan Bakin Kelika, Hudoq Aru, dan Ufah di Irau Malinau ke-11, Jumat (10/10/2025). (Dok : Humas Malinau)

Kaltara, SMN – Giliran masyarakat Dayak Kayan Malinau, merepresentasikan kebudayaan dan upacara adat khasnya pada hari ke-4 Festival Irau Malinau ke-11 tahun 2025, Jumat (10/10/2025) di Malinau Kalimantan Utara.

Satu dari sekian suku atau etnik tertua di wilayah Dataran Tinggi Kayan, Malinau, Kalimantan Utara tersebut menampilkan rangkaian prosesi, sebuah ritual suci Ufah, diibaratkan sebagai “rahim” yang melahirkan sang pemimpin masa depan.

Tiga rangkaian sakral mengantar upacara adat penyucian, dari pendirian “Bakin Kelika” atau tombak pusaka Kayan, Hudoq Aru, hingga upacara puncak, Ufah.

Dulu sekali sebelum masuknya ajaran agama, upacara Ufah dilaksanakan sebagai sebuah keyakinan pada “Bungan Malan”, entitas yang diyakini sebagai dewa.

Untuk upacara adat ini dulunya dilaksanakan di sebuah rumah panjang. Dipraktikkan kepada seluruh anak laki-laki tanpa mengenal kasta, berlaku untuk semua bayi berusia di bawah satu tahun.

Kegiatan upacara adat dipimpin seorang Pimpinan Ufah, Tetua Kayan yang telah menaklukkan pertempuran lintas waktu. Upacara dimulai dengan pendirian tombak pusaka, Bakin Kelika.

Tombak pusaka dengan panjang 4 meter adalah petanda upacara. Berdiri berarti acara dimulai dan masih berlangsung. Rebah atau diturunkan bermakna upacara sudah selesai.

Dilanjutkan upacara “pemanggilan” Hudoq Aru, entitas yang diyakini masyarakat tempo dulu sebagai penjelmaan perdamaian, kesejahteraan, dan kesuburan.

Upacara ini ditandai dengan tarian “Hifan Sau” oleh penari pria dan “Hifan Jat Alat” diperankan penari perempuan.

Musik atau lagu latar upacara dimainkan dengan alat musik tradisional Kayan, Tufung dan Gong, sebagai tanda pemanggilan leluhur.

Dari sini, dimulailah upacara adat Ufah. Ibu-ibu menggendong masing-masing bayinya, antre menuju altar prosesi. Ufah dipraktikkan dengan memercikkan air suci sebagai perantara mantra bagi pemimpin masa mendatang.

Ketua Persekutuan Lembaga Adat Dayak Kayan Malinau, Ping Ding menerangkan keseluruhan prosesi yang ditampilkan merupakan gambaran totalitas masyarakat.

Perempuan yang juga merupakan Ketua DPRD Malinau ini menggambarkan bagaimana perjuangan masyarakat menyukseskan upacara.

“Masyarakat menampilkan bagaimana kekayaan budaya kita. Semua ini ditampilkan untuk menggambarkan upaya masyarakat melestarikan budaya dan kearifan lokal,” ungkap Ping Ding, Jumat (10/10/2025).

Suku Kayan dikenal dengan ragam upacara adatnya yang sarat nilai spiritual, magis, dan pengagungan terhadap alam serta hubungan manusia dengan bumi.

Upacara ini sukses diperankan masyarakat Kayan dengan melibatkan sebagian besar pelaku pertunjukan berasal dari generasi muda.

Hari ke-4 Irau Malinau telah menampilkan tiga dari 11 etnik, yakni Lundayeh, Tidung, dan Kayan. Besok, giliran Dayak Kenyah bakal memukau penonton lewat penampilan kebudayaannya. (*)

Reporter: Syahraini.

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Sekolah Unggul Garuda Diproyeksikan Gerakkan UMKM dan Ekonomi Lokal Kaltara

Tanjung Selor, SMN – Kehadiran Sekolah Menengah Atas (SMA) Unggul Garuda Bulungan diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi baru di Kalimantan Utara (Kaltara). Selain meningkatkan kualitas...

Gubernur Harapkan Sinergi Pemprov dan Polda Kaltara Terus Diperkuat

Tanjung Selor, SMN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara terus...

Pemkab Madiun Salurkan BLT DBHCHT Rp 1.7 Miliar bagi Buruh Tani dan Pabrik Rokok

Madiun, SMN - Pemkab Madiun melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 1,7 miliar lebih kepada buruh petani...

Komparasi Pemkab Probolinggo, Studi Tiru Strategi Pengelolaan Retribusi untuk Optimalkan PAD ke Pemkot Madiun

Madiun, SMN - Pengelolaan pasar di Kota Madiun kembali menjadi rujukan. Pemerintah Kabupaten Probolinggo melakukan studi tiru komparasi untuk mempelajari strategi pengelolaan retribusi pelayanan...

Jelang Hari Jadi kabupaten Madiun ke-458, Komunitas Motor Klasik dan Awak Media Mini Touring “Klinong-klinong” Keliling Caruban

Madiun, SMN - Semarak jelang Peringatan Hari Jadi ke-458 Kabupaten Madiun terus berlangsung digaungkan kemeriahan dengan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Setelah...