

Tanjung Redeb, SMN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Sosial (Dinsos) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Kesejahteraan Sosial Tahun 2025 dengan tema ‘Optimalisasi Pengelolaan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam mendukung sinergitas Penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kabupaten Berau’.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat RPJPD Bapelitbang pada Selasa (21/10/2025), dibuka oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang menyampaikan pentingnya pengelolaan data sosial yang akurat dan terverifikasi untuk mendukung penanggulangan kemiskinan di daerah.
Bupati Sri Juniarsih menegaskan komitmen Pemkab Berau untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial melalui perluasan kesempatan berusaha dan penciptaan lapangan kerja.
“Jujur kami sampaikan bercita-cita mewujudkan Berau yang maju, unggul, berkelanjutan, makmur, dan sejahtera. Penanggulangan kemiskinan menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.
Apalagi tambah, Bupati Sri Juniarsih Mas, DTSEN berperan penting dalam memastikan kebijakan dan program sosial tepat sasaran. Data yang valid menjadi dasar penyaluran bantuan sosial, intervensi terhadap masyarakat rentan, serta perencanaan pembangunan sosial yang berbasis bukti lapangan.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah, pemerintah kampung, lembaga sosial masyarakat, dan sektor swasta. Menurutnya, penanganan PPKS bukan hanya tanggung jawab Dinas Sosial, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat.
Lebih lanjut, Sri Juniarsih memaparkan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Berau pada tahun 2023 tercatat sebesar 5,54 persen, dan menurun menjadi 5,08 persen pada tahun 2024. Ia berharap pada tahun 2025 angka tersebut bisa ditekan hingga 4,9 persen sesuai target RPJMD Berau 2021–2025.
Saya menekankan kepada semua pihak, termasuk TKPKD, agar fokus mencapai target tersebut. OPD dan perangkat terkait juga harus melaksanakan program pengentasan kemiskinan seperti pelatihan keterampilan, beasiswa, bantuan alat tangkap, bibit pertanian, serta pemberdayaan ekonomi kreatif,” tegasnya.
Selain aspek ekonomi, Bupati juga mengingatkan pentingnya memperhatikan sektor pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Sri Juniarsih turut mengajak seluruh pihak untuk mengelola potensi sumber daya alam Berau dengan bijak agar memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam upaya penanggulangan kemiskinan, termasuk narasumber dari Pusdatin Kementerian Sosial RI dan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur.
“Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan program penanggulangan kemiskinan yang lebih terfokus, berbasis data, serta berkelanjutan. Semoga segala upaya kita membawa manfaat bagi masyarakat Berau,” tutupnya. (adv)
