
Lumajang, SMN – Dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta mencegah stunting sejak dini, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lumajang melalui Puskesmas Rogotrunan menggelar kegiatan Gerakan Bumil Sehat (GMS) di Balai Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang, Kamis (21/8/2025).
Acara ini dihadiri oleh puluhan ibu hamil, kader Posyandu dari berbagai desa, serta sejumlah stakeholder yang peduli terhadap kesehatan masyarakat. Kelurahan Ditotrunan pun turut hadir dengan membawa lima orang ibu hamil yang didampingi oleh kader posyandu dan Ketua TP PKK Kelurahan Ditotrunan.
Edukasi dan Pemeriksaan Gratis untuk Bumil. Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi penting seputar kesehatan kehamilan, mulai dari pemenuhan gizi seimbang, pencegahan stunting, hingga deteksi dini risiko kehamilan tinggi. Pemeriksaan kesehatan untuk ibu hamil juga dilakukan langsung di lokasi.
Salah satu staf Dinkes Kabupaten Lumajang, yang juga bertindak sebagai moderator Novita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung ibu hamil agar tetap sehat selama masa kehamilan.
“Melalui Gerakan Bumil Sehat, kami ingin memastikan setiap ibu hamil mendapatkan pendampingan dan informasi yang benar agar bisa melahirkan generasi yang kuat dan berkualitas. Ini juga bentuk komitmen kami menekan angka stunting di Lumajang,” ujarnya Senin (25/8/2025).
Peran Kader Posyandu Diperkuat. Selain untuk para bumil, kegiatan ini juga menjadi momen penting untuk memperkuat peran kader posyandu. Para kader diberikan pembekalan agar semakin siap menjadi ujung tombak informasi dan pelayanan dasar kesehatan di masyarakat.
Bu Firza, salah satu kader posyandu sekaligus pendamping ibu hamil, membagikan kisahnya saat mendampingi warga di wilayahnya.
“Ada suka dukanya. Kadang ibu-ibu khawatir: HB-nya cukup apa tidak, tensinya tinggi atau aman. Tapi alhamdulillah di GMS kali ini, semuanya bisa diperiksa langsung,” ungkapnya.
Sementara itu, kader dari Desa Denok yang telah aktif selama 8 tahun mengakui tantangan tersendiri saat mengajak warga untuk aktif ke posyandu.
“Ada yang tutup pintu, ada yang malas datang. Tapi ya tetap semangat. Sukanya sih, kalau ada suguhan,” ucapnya sambil tersenyum.
Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara tenaga kesehatan, kader, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.
Diharapkan, program semacam ini bisa rutin dilakukan agar para ibu hamil merasa didampingi, didengar, dan diberdayakan.
Dengan Gerakan Bumil Sehat, Lumajang tak hanya menyiapkan ibu yang sehat, tapi juga menyemai harapan akan lahirnya anak-anak Indonesia yang cerdas, kuat, dan bebas dari stunting. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
