
Madiun, SMN – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa lakukan kunjungan kerja (kungker) di Desa Gading Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun dalam Rangka gerakan panen dan percepan tanam padi di Kabupaten Madiun, Jumat (9/5/2026).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto menegaskan komitmen Kabupaten Madiun untuk terus menjadi lumbung pangan Jawa Timur dalam kegiatan “Gerakan Panen dan Percepatan Tanam Padi”.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran Kementerian Pertanian RI, Forkopimda Kabupaten Madiun, Kepala OPD Provinsi Jawa Timur, Kepala OPD Kabupaten Madiun serta para petani dan kelompok tani.
Dalam sambutannya, Hari Wuryanto menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Jawa Timur di tengah hamparan sawah Desa Gading yang dinilai menjadi suntikan semangat bagi para petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Gerakan panen dan percepatan tanam padi inilah bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret memperkuat swasembada pangan nasional. Kabupaten Madiun berkomitmen tetap menjadi lumbung pangan Jawa Timur,” ujar Hari Wuryanto.
Ia menjelaskan, Kabupaten Madiun memiliki luas lahan sawah lebih dari 32.418 hektare dan terus mendorong sinergi lintas sektor, termasuk dukungan TNI-Polri, guna memastikan target produksi padi tercapai secara optimal.
Berdasarkan data BPS tahun 2026, Kabupaten Madiun dua tahun berturut-turut, yakni 2024 dan 2025, masuk enam besar produsen beras di Jawa Timur dengan rata-rata produksi mencapai 480.264 ton gabah kering giling (GKG) per tahun.
Selain itu, harga gabah kering panen di tingkat petani saat ini berada di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram dengan produktivitas rata-rata mencapai 6,9 sampai 7,2 ton per hektare.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Kementerian Pertanian berupa bantuan alat dan mesin pertanian, irigasi perpompaan, benih, hingga optimalisasi lahan,” tambahnya.
Bupati Madiun juga berharap dukungan alsintan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berlanjut pada tahun 2026 untuk pemerataan bantuan di desa-desa lainnya demi meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Heru Suseno mengatakan Jawa Timur harus mempertahankan bahkan meningkatkan capaian luas tambah tanam yang pada tahun 2025 mencapai 2,43 juta hektare guna menjaga swasembada pangan berkelanjutan.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2026 kembali memberikan dukungan bantuan alsintan untuk Kabupaten Madiun berupa tiga unit hand traktor, empat kultivator, enam combine harvester, dan satu rotavator.
“Kabupaten Madiun luar biasa. Tahun 2025 masuk peringkat keenam penghasil padi terbesar di Jawa Timur. Kami berharap ke depan peringkatnya semakin baik karena lahannya potensial dan petaninya sangat luar biasa,” ungkap Heru Suseno.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya modernisasi pertanian dan keterlibatan petani muda dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Petani muda terbanyak di Indonesia ada di Jawa Timur. Karena itu modernisasi pertanian harus terus dilakukan agar generasi muda tertarik memperkuat sektor pertanian,” kata Khofifah.
Ia juga menegaskan bahwa beras merupakan komoditas strategis yang sangat berkaitan dengan stabilitas nasional.
“Beras adalah produk politik. Kalau masyarakat tidak makan, bisa terjadi gejolak. Maka posisi pangan harus aman, stok beras cukup, dan harganya terjangkau. Pahlawan pangan kita adalah para petani,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Khofifah mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses produksi pangan, mulai dari petani hingga hasil panen sampai ke meja makan masyarakat.
“Barokah itu tambahnya kebaikan. Semoga hasil pertanian kita semakin baik, masyarakat semakin sejahtera, dan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat,” pungkasnya.
Adapun dalam kegiatan tersebut, Gubernur Jawa Timur juga berkenan memberikan bantuan alat berupa rotator, serta bantuan sembako bagi masyarakat Desa Gading.
Sementara itu, Kades Gading mengucapan banyak terimakasih atas kunjungannya Gubernur Jawa Timur khofifah Indar Parawansa beserta rombongannya dan Bupati Madiun Hari Wuryanto beserta rombongannya berkenan hadir di Desa Gading ini dalam rangka kegiatan Gerakan Panen dan Percepatan Tanam padi.
“kami benar benar sangat senang dengan kehadirannya Gubernur Jawa Timur khofifah Indar Parawansa dan Bupati Madiun Hari Wuryanto yang juga memberikan bantuan kepada warga kami. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih yang mendalam,” ungkapnya dengan tulus Kades Gading. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
