
Madiun, SMN – Bertempat di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, telah terselenggara kegiatan Pertemuan pleno Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Madiun sekaligus halal bihalal, Rabu (8/4/2026).
Momentum ini bertujuan untuk menjalin dan mempererat silaturahmi, memperkuat hubungan antar organisasi wanita di Kabupaten Madiun, meningkatkan kekompakan dalam bekerja, serta mewujudkan kebersamaan yang harmonis.
Ketua TP PKK Kabupaten Madiun, Erni Hari Wuryanto menyampaikan bahwa halalbihalal merupakan tradisi untuk saling memaafkan, membersihkan hati dari kesalahan, mempererat hubungan antar sesama, serta menguatkan nilai kebersamaan.
Dirinya menekankan tentang pentingnya silaturahmi yang dapat membawa keberkahan. Selain itu, menguatkan hubungan sosial, menumbuhkan kepedulian, dan dapat membangkitkan kerja sama yang baik antar organisasi.
“Mari kita menyadari bahwa setiap manusia tidak pernah luput dari kesalahan, baik dalam ucapan maupun tindakan. Dengan kerendahan hati mari kita saling memaafkan, memperbaiki diri, dan berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih bijaksana serta lebih baik ke depannya,” ajaknya.
Erni berharap, melalui momentum ini, tali silaturahmi semakin dekat, kebersamaan dan kekompakan semakin kuat, serta program yang dijalankan dapat, memberikan manfaat nyata dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Sementara itu, Siti Maesaroh Edy Sudarko, Ketua TP PKK Kecamatan Pilangkenceng memaparkan data stunting di Kecamatan Pilangkenceng pada Desember 2025 lalu, terdapat 168 balita stunting, sedangkan pada Maret 2026 terdapat 173 balita dengan kondisi stunting. Ini artinya kasus stunting mengalami kenaikan 0,1 persen.
Dengan kenaikan tersebut, maka timnya akan melakukan beberapa langkah, salah satunya melakukan rapat rutin TP PKK Kecamatan Pilangkenceng, Pembinaan Administrasi 10 Program PKK, Sosialisasi ramah perempuan peduli anak, lomba pojok baca desa, monitoring dan evaluasi PTP desa, serta penyuluhan pencegahan anemia pada remaja putri.
Sementara itu, Siti Maesaroh Edy Sudarko, Ketua TP PKK Kecamatan Pilangkenceng memaparkan data stunting di Kecamatan Pilangkenceng pada Desember 2025 lalu, terdapat 168 balita stunting, sedangkan pada Maret 2026 terdapat 173 balita dengan kondisi stunting. Ini artinya kasus stunting mengalami kenaikan 0,1 persen.
Dengan kenaikan tersebut, maka timnya akan melakukan beberapa langkah, salah satunya melakukan rapat rutin TP PKK Kecamatan Pilangkenceng, Pembinaan Administrasi 10 Program PKK, Sosialisasi ramah perempuan peduli anak, lomba pojok baca desa, monitoring dan evaluasi PTP desa, serta penyuluhan pencegahan anemia pada remaja putri. (*)
Reporter: Suyanto
Editor: Agus Imam S.
