HomeBERITAHama Tikus Mengganas, Ratusan Petani di Jajag Banyuwangi Turun Gunung Gelar ‘Gropyokan’

Hama Tikus Mengganas, Ratusan Petani di Jajag Banyuwangi Turun Gunung Gelar ‘Gropyokan’

Ratusan Petani di Jajag Banyuwang menggelar ‘Gropyokan’ untuk membasmi hama tikus. (Foto: Imam Ibnu M/suaramedianasional.com)

Banyuwangi, SMN – Fenomena serangan hama tikus yang kian masif belakangan ini kian meresahkan sektor pertanian di Kabupaten Banyuwangi. Guna menyikapi ancaman gagal panen yang meluas, ratusan warga Dusun Bulusari, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, menggelar aksi massal pembasmian tikus atau yang akrab dikenal dengan istilah gropyokan (penggrosokan), Minggu (5/7/26).

​Melalui inisiasi Kelompok Tani (Poktan) Serayu, masyarakat setempat bahu-membahu memburu hama pengerat tersebut secara manual. Dengan membawa berbagai peralatan seadanya mulai dari kompor tikus (belerang), parang, pentungan, hingga cangkul, warga menyisir setiap sudut area persawahan yang menjadi sarang tikus.

​Ketua Kelompok Tani Serayu, Suparno, mengungkapkan bahwa kondisi serangan tikus pada musim ini sudah berada dalam tahap yang sangat luar biasa dan mengkhawatirkan. Menurutnya, dampak dari serangan ini telah memicu kerugian finansial yang sangat besar bagi para petani setempat.

“Kami para petani sangat resah dengan adanya hama tikus yang luar biasa ini. Kasihan teman-teman petani, hasil panennya merugi banyak, bahkan ada yang tidak bisa panen sama sekali.ujar Suparno saat ditemui di sela-sela kegiatan pembasmian.

​Suparno menambahkan, keganasan hama tikus kali ini tidak hanya menyasar tanaman pangan utama seperti padi dan jagung, melainkan sudah mulai bermigrasi dan merusak komoditas hortikultura serta perkebunan andalan warga lainnya.

​”Tikus-tikus ini sekarang sudah mulai merambah dan merusak tanaman lain seperti cabai, buah naga, dan beberapa jenis tanaman lainnya. Ini sangat berbahaya jika dibiarkan,” jelasnya tegas.

​Melalui gerakan swadaya dan aksi gotong royong berskala besar ini, pihak kelompok tani berharap populasi tikus dapat ditekan secara signifikan sebelum memasuki masa tanam berikutnya.

​”Harapan kami, dengan adanya kekompakan dan soliditas masyarakat dalam membasmi hama tikus hari ini, para petani bisa menyelamatkan lahan mereka dan mendapatkan hasil panen maksimal seperti yang kita harapkan bersama,” pungkas Suparno.

​Aksi tanggap darurat yang melibatkan ratusan warga ini diharapkan juga mendapat perhatian dan dukungan dari Dinas Pertanian setempat, baik dalam hal bantuan stimulan obat-obatan maupun edukasi manajemen pengendalian hama terpadu ke depannya. (*)

Reporter: Imam Ibnu M.

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara 

Tanjung Selor, SMN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen membangun budaya anti gratifikasi melalui Workshop bertajuk "Perempuan Berintegritas, Dharma Wanita...

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Ngawi, SMN – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan...

Jalan Penghubung Tulungagung-Blitar Rusak Parah, Warga Srikaton Minta Segera Diperbaiki

Tulungagung, SMN – Kondisi jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung...

Pemkot Madiun Gelar Senam Lansia Bersama, Wujudkan Kota Sehat Perkuat Gerakan Hidup Aktif

Madiun, SMN - Komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota sehat terus diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap aktif dan produktif, termasuk...

Pengembangan Sektor Pariwisata Pemkot Madiun dan PT INKA, Bahas Penguatan Pariwisata Berbasis Identitas Kota Kereta Api

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun menerima audiensi jajaran PT INKA (Persero) untuk membahas penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi yang mengangkat identitas Kota Madiun...