HomeBERITAHarga Biji Plastik Impor Melonjak Drastis, Memaksa Pelaku Usaha Memutar Otak Untuk...

Harga Biji Plastik Impor Melonjak Drastis, Memaksa Pelaku Usaha Memutar Otak Untuk Bertahan

Harga Biji Plastik Impor Melonjak Drastis. (Foto: ist)

Bandung, SMN – Kenaikan harga bahan baku mulai menghantam industri plastik di kawasan Cibuntu, Kota Bandung. Harga biji plastik impor yang selama ini menjadi tulang punggung produksi kini melonjak drastis, memaksa pelaku usaha memutar otak untuk bertahan.

Lonjakan harga biji plastik disinyalir merupakan salah satu dampak dari konflik berkepanjangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah. Hal itu memicu kenaikan harga barang impor, terutama yang berasal dari Amerika Serikat.

Salah satu pegawai pabrik plastik di kawasan Cibuntu, Riska Surihartati, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terjadi dalam waktu singkat dan cukup ekstrem.

“Harga biji plastik saat ini naik drastis. Sekarang sudah lebih dari Rp50 ribu bahkan ada yang mencapai Rp60 ribu lebih per kilonya,” katanya.

Padahal sebelumnya, harga bahan baku tersebut masih berada di kisaran Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. Lonjakan ini praktis menggandakan beban produksi yang harus ditanggung pabrik.

Akibat lonjakan harga bahan baku, dampak paling terasa terlihat dari biaya operasional. Jika sebelumnya perusahaan hanya mengeluarkan sekitar Rp40 juta untuk membeli dua ton biji plastik dalam sepekan, kini angkanya melonjak menjadi Rp80 juta.

“Kenaikannya tepat dua kali lipat. Stok bahan baku yang mulai susah, karena kami pakai biji plastik impor. Imbas perang Iran sama Amerika Serikat,” tuturnya.

Kondisi ini membuat pelaku industri tidak memiliki banyak pilihan. Ketergantungan pada bahan baku impor menjadi tantangan tersendiri di tengah situasi global yang tidak menentu.

Di sisi lain, alternatif bahan baku lokal dari hasil daur ulang sebenarnya tersedia. Namun, kualitasnya dinilai belum mampu menggantikan biji plastik impor.

“Kurang bagus yang recycle, karena dari bahan reject digiling lagi. Paling cari pemasok lain yang harga biji plastiknya lebih murah,” ucapnya.

Kenaikan harga bahan baku tak terhindarkan berimbas pada harga jual produk plastik di pasaran yang ikut merangkak naik. Dampaknya, konsumen mulai mengeluh bahkan mengurangi jumlah pembelian.

“Konsumen banyak yang mengeluh soal harga. Tapi kami juga enggak ada jalan lain, soalnya belum ada pemasok biji plastik yang lebih murah,” katanya. (*)

Reporter: Aldi

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara 

Tanjung Selor, SMN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen membangun budaya anti gratifikasi melalui Workshop bertajuk "Perempuan Berintegritas, Dharma Wanita...

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Ngawi, SMN – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan...

Jalan Penghubung Tulungagung-Blitar Rusak Parah, Warga Srikaton Minta Segera Diperbaiki

Tulungagung, SMN – Kondisi jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung...

Pemkot Madiun Gelar Senam Lansia Bersama, Wujudkan Kota Sehat Perkuat Gerakan Hidup Aktif

Madiun, SMN - Komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota sehat terus diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap aktif dan produktif, termasuk...

Pengembangan Sektor Pariwisata Pemkot Madiun dan PT INKA, Bahas Penguatan Pariwisata Berbasis Identitas Kota Kereta Api

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun menerima audiensi jajaran PT INKA (Persero) untuk membahas penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi yang mengangkat identitas Kota Madiun...