HomeBERITAHarga Cabai Merah Anjlok, Petani Resah

Harga Cabai Merah Anjlok, Petani Resah

Harga cabai merah di tingkat petani hingga kini masih jauh dari kata untung bagi para petani di Kabupaten Brebes. (Foto: Ist)

Brebes, SMN – Harga cabai merah di tingkat petani hingga kini masih jauh dari kata untung bagi para petani di Kabupaten Brebes. Menurut sejumlah petani, petani cabai merah baru merasakan untung kisaran Rp15-20 ribu per kilogram.

Salah seorang petani cabai merah asal Desa Kecipir Carniti mengaku, untuk harga cabai merah beberapa hari terakhir di wilayahnya sedang hancur atau anjlok. Semenjak habis lebaran, harga cabai merah di tingkat petani naik turun.

“Kemarin sudah sampai Rp10 ribu per kilogram sekarang turun lagi jadi Rp7 ribu per kilogram,” ujarnya, Selasa 31 Maret 2026.

Diakuinya, jika harga cabai merah di tingkat petani dikisaran harga di atas, petani jelas merugi.

“Rugi, rugi total. Apalagi pestisida, pupuk dan pekerja juga mahal,” dia menerangkan.

Dia berharap, pemerintah bisa memperhatikan petani cabai merah besar agar bisa mendapatkan keuntungan. Menurutnya, petani bisa mendapatkan keuntungan itu jika harga cabai merah di kisaran Rp15-20 ribu per kilogram.

“Ya adalah sedikit (keuntungannya). Apalagi sampai harga Rp30 ribu per kilo itu keuntungannya lumayanlah,” akunya.

Hal senada dengan Carniti, petani cabai lainnya Drajat (58). Dia mengaku harga cabai merah mengalami penurunan sejak habis lebaran kemarin. Dia mengaku harga ditingkat petani hanya dihargai Rp7 ribu per kilogram.

“Petani lagi pada ngeluh dan pusing (dengan harga yang masih rendah). Jangankan untuk, untuk bayar pekerja saja mahal,” terangnya.

Dia menjelaskan, sebelum lebaran itu harganya mencapai Rp25-29 ribu per kilogram. Namun, setelah lebaran harganya turun. Bahkan, ditingkat petani ada yang pernah dibayar Rp4 ribu per kilogram.

“Makanya petani lagi pada nangis. Untuk bayar pekerjaan saja masih kurang. Harapannya tolonglah para pejabat bisa meningkatkan harga cabai merah ditingkat petani,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Persagangan (Dinkopumdag) Brebes Agung Tirto Kumara mengatakan untuk saat ini harga cabai sejumlah pasar tradisional dikisarkan Rp28 ribu per kilogram. Sudah mengalami penurunan dibanding beberapa hari lalu yang mencapai Rp40 ribu per kilogram.

Kesembilan pasar tersebut yakni, Pasar Belakang kKodim, Pasar Induk Brebes, Pasar Winduaji, Pasar Kersana, Pasar Ketanggungan, Pasar Seng Bumiayu, Pasar Jatibarang, Pasar Bulakamba, Pasar Induk Bumiayu.

“Kemungkinan melihat situasinya ketika lalu lintas sudah kembali normal (angkutan sayuran termasuk cabai) harga mungkin akan stabil,” jelasnya. (*)

Reporter: Santi

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Pemkab Madiun Apresiasi Kepatuhan Wajib Pajak dan Sukses Gelar Anugerah Pajak Daerah 2026

Madiun, SMN - Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Madiun sukses menyelenggarakan malam penghargaan "Anugerah Pajak Daerah Tahun 2026"....

CKG Gratis di Puskesmas Kauman, Warga Tulungagung Diajak Deteksi Penyakit Sejak Dini

Tulungagung, SMN – Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala terus didorong Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. Salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis...

Bupati Malinau Siapkan Bantuan Rp600 Ribu per Bulan untuk Lansia

Malinau, SMN – Bupati Malinau Wempi W. Mawa, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau dalam meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat lanjut usia (lansia). Hal tersebut disampaikan...

Tim PDB Unitomo Dorong Transformasi Ekonomi Desa Ngampungan Jombang

JOMBANG, SMN - Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) bersama Universitas Tribhuana Tungga Dewi (Unitri) Malang memasuki tahun kedua pelaksanaan di...

BPBD Nisel Gelar Rakor Tanggap Darurat Bencana

Nias Selatan, SMN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nias Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor. kegiatan ini dipimpin langsung...