
Ngawi, SMN – Hujan deras dwnhan durasi lebih tiga jam, membuat sejumlah wilayah di Ngawi diterjang bencana, Selasa sore (20/1/2026).
Longsor terjadi di jalan Ngrambe-Jogorogo, tepatnya masuk Dusun Mangleng.
Longsor menghadang sejunlah pengguna jalan. Begitu hujan reda, warga dan relawan gotong royong membersihkan tanah longsoran. Pengguna jalan banyak yang membatalkan perjalanan menuju Jogorogo.
Sejumlah rumah di Desa Ngrambe juga diterjang banjir bandang. Sedangkan di jalan Desa Ketanggung, Kecamatan Sine, sebuah pohon tumbang menimpa tiang listrik.

Tiang itu pun ambruk menimpa sepeda motor. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu karena motor terparkir tanpa ada pengendaranya.
Walau begitu, warga desa khawatir karena aliran listrik masih aktif di tiang yang tumbang itu. Mereka pun menghubungi PLN untuk ditindaklanjuti.
Luncuran air akibat hujan deras juga menimpa Desa Jalan Desa Jatigembol dan Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar. Tiga dusun di Jatigembol, yakni Winong, Durenan dan Ngarengan tergenang air.
Memanggapi bencana beruntun dan serentak di berbagai wilayah, membuat Badan Penanggulangan Bencana Daeraj (BOBD) Kabupaten Ngawi cukup kerepotan.
Kepala BPBD Ngawi, Prila Yuda mengatakan, pihaknya masih dalam proses menghimpun data karena anggota langsung diturunkan di berbagai titik lokasi bencana.
“Emang benar ada tanah longsor, banjir dan sebuah rumah warga Ngrambe roboh karena longsor,” katanya.
Pencegahan maupun penanganan bencana di Ngawi pun dituding kurang optimal. Mitigasi bencana juga dinilai tidak dilakukan dengan baik sehingga banyak warga desa terkejut dan tak siap menghadapinya. (*)
Reporter: Kundari.
Editor: Agus Imam S.
