
Jember, SMN – Bupati Jember, Muhammad Fawait menegaskan insentif dari Pemerintah Kabupaten Jember merupakan bentuk dukungan kepada guru ngaji dalam membentuk karakter generasi masa depan.
“Guru ngaji tetap mengajar meskipun tidak diberi insentif, karen mengajar sebagai pengabdian. Maka insentif ini adalah bentuk penghormatan pemerintah kepada panjenengan semua,” terang Bupati Jember Fawait.
Komitmen tersebut ditegaskan pria yang akrab disapa Gus Fawait ini saat menghadiri pertemuan kelompok ketua pengajian dan guru ngaji dalam rangkaian program Bunga Desaku yang digelar di Balai Desa Sukorambi, Sabtu (27/6/2026).
Gus Fawait menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan infrastruktur, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai akhlak sebagai fondasi utama kemajuan masyarakat.
Menurutnya, guru ngaji memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam moral dan adab.
“Ilmu yang paling utama adalah akhlak. Guru ngaji selama ini telah mengabdikan diri dengan penuh keikhlasan dalam mendidik anak-anak kita,” jelas Gus Fawait.
Karena itu, masih terang Fawait, pemerintah hadir dengan memberikan insentif juga sebagai bentuk penghormatan kepada mereka.
Lebih lanjut, Gus Fawait memastikan bahwa program insentif bagi guru ngaji tetap disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember
Program ini adalah bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam membina kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia menegaskan bahwa insentif tersebut bukan semata bantuan materi, melainkan bentuk penghormatan negara kepada para pendidik agama di tingkat akar rumput.
Gus Fawait juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter di tengah meningkatnya tantangan kenakalan remaja.
Menurutnya, pembinaan generasi muda tidak cukup hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pembiasaan nilai-nilai keagamaan di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Ia mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak mengikuti majelis dzikir dan shalawat sebagai bagian dari pendidikan spiritual.
Majelis tersebut, menurutnya, menjadi ruang pembentukan ketenangan jiwa sekaligus penguatan akhlak dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. (adv)
Reporter : Achmad Syaifuddin
Editor: Agus Imam S.
