
Bengkulu Tengah, SMN – Kepala Desa Jambu, Dedy Darmawan kembali ajak warganya untuk melakukan gotong royong perbaiki jembatan yang rusak.
Jembatan yang menjadi penghubung dari lima desa telah rusak sejak lama, akan tetapi pemerintah belum juga memberikan kepastian akan dibangunkan jembatan yang layak untuk digunakan warga.
Dedy mengajak warganya untuk memperbaiki jembatan agar dapat dilalui dengan cara menambal jembatan seadanya, agar dapat dilalui untuk sementara waktu.
Dedy selaku Kepala Desa dari Desa Jambu berharap pemerintah agar segera memberikan putusan untuk merenovasi jembatan supaya warga dapat menggunakan jembatan dengan nyaman dan lancar.
Efek dari rusaknya jembatan berdampak pada hasil panen warga yang membuat harga menjadi turun dikarenakan biaya transportasi yang tinggi.
“Akibat dari rusaknya jembatan ini, sehingga hasil tani kami menjadi sangat murah, akibat dari biaya transportasi yang sangat tinggi,” ujar Toni sebagai salah satu petani.
Dalam hal ini, banyak warga yang mengeluhkan dengan murahnya harga sawit dan hasil taninya dikarenakan jembatan yang rusak dan tidak dapat dilalui saat mengangkut hasil panen.
Jembatan penghubung lima desa mengalami rusak parah diakibatkan dari terjangan dari aliran banjir bah yang telah lama terjadi, dan belum kunjung di renovasi oleh pemerintah sehingga, mengakibatkan banyaknya keluhan-keluhan warga.
Kepala Desa Jambu, Dedy sendiri bahkan menggunakan uang pribadi untuk memperbaiki jembatan agar dapat dilalui oleh warganya dan warga sekitar.
Ia berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah yang menempa mereka. (*)
Reporter: Burhan.
Editor: Agus Imam S.
