
Bandung, SMN – Luapan Sungai Cipalasari dan Cigede masih merendam beberapa Kampung di Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat masih tergenang banjir, Senin (13/4/2026) dengan ketinggian yang berbeda. Kampung Bojongasih tepatnya di RW 4 tercatat menjadi titik paling terdampak. Hingga saat ini, ketinggian air mencapai 100 sentimeter (1 meter). Berdasarkan data Desa Dayeuhkolot, ketinggian air di Kampung Babakan Sangkuriang RW 01 mencapai 100-150 sentimeter.
Kampung Citeureup RW 02 ketinggian air mencapai 80-120 sentimeter.
Kampung Cilisung RW 03 ketinggian air 120-160 sentimeter. Kemudian, Kampung Bojongasih RW ketinggian air mencapai 100-150 sentimeter dan di RW 05 ketinggian air 3-100 sentimeter. Sementara di Kampung Kaum RW 09 sampai RW 12 ketinggian air mencapai 20 sampai 70 sentimeter. Camat Dayeuhkolot, Asep Suryadi, mengatakan warga yang terdampak di Desa Dayeuhkolot mencapai 4.800 keluarga atau 14.400 jiwa.
“Sekarang yang mengungsi itu, 14 keluarga atau 38 jiwa di shelter belakang kantor desa,” katanya dikonfirmasi melalui pesan singkat. Dewasa: 21 orang Anak-anak: 2 orang Lansia: 5 orang Disabilitas: 1 orang Siswa SD: 4 orang Siswa SMP: 4 orang Siswa SMA: 1 orang “Kemudian ada pengungsi yang sakit empat orang,” ucapnya.
Pantauan di lapangan, warga Kampung Bojongasih yang berada di titik terdalam yang akan beraktivitas seperti bekerja dan sekolah terpaksa menggunakan perahu.
Sementara warga terdampak dan ketinggian air tidak terlalu dalam terlihat menenteng sepatu serta melipat celananya menuju titik yang paling tinggi. Rata-rata warga menyimpan kendaraannya di titik tertinggi seperti di jalan masuk menuju Kampung Bojongasih menuju Markas Yon Zipur 8. (*)
Reporter: Aldi
Editor: Agus Imam S.
