HomeBERITAKasus Penyakit Campak di Kota Bandung Kini Menjadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan...

Kasus Penyakit Campak di Kota Bandung Kini Menjadi Perhatian Serius Dinas Kesehatan Setempat

Ilustrasi, bayi kena campak. (Foto: ist)

Bandung, SMN – Kasus penyakit campak di Kota Bandung kini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat. Jumlah temuan kasus yang cukup tinggi mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandung hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 248 kasus suspek campak. Dari jumlah tersebut, 28 kasus telah terkonfirmasi. Meski demikian, seluruh pasien dilaporkan telah membaik dan tidak ditemukan adanya kasus kematian.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Bandung, Dadan Mulyana Kosasih, menyampaikan bahwa mayoritas kasus terjadi pada kelompok balita.

“Ini menunjukkan pentingnya imunisasi. Mayoritas kasus yang kita temukan justru terjadi pada anak yang belum diimunisasi,” ujar Dadan, Selasa (31/3/2026).

Cakupan imunisasi campak rubella di Kota Bandung hingga saat ini belum mencapai target nasional sebesar 95 persen. Data menunjukkan bahwa imunisasi dasar campak (MR1) pada bayi usia 9 bulan berada di angka 84,3 persen pada 2024 dan 2025.

Sementara itu, imunisasi lanjutan (MR2) pada usia 18 bulan masih lebih rendah, yakni 59,5 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 66,9 persen pada 2025. Adapun imunisasi pada anak kelas 1 SD berada di angka 87 persen.

“Masih ada kesenjangan antara imunisasi dasar dan lanjutan. Banyak yang menganggap cukup di usia 9 bulan, padahal imunisasi lanjutan di 18 bulan itu wajib,” kata Dadan.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Bandung menggencarkan program imunisasi kejar atau catch-up campaign di seluruh kecamatan.

Program ini menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap, tanpa mempermasalahkan keterlambatan usia selama masih dalam rentang balita.

“Silakan masyarakat datang ke puskesmas atau melalui kader. Imunisasi kejar tetap bisa diberikan selama anak masih dalam usia sasaran,” ucap Dadan.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng aparat kewilayahan seperti kecamatan, kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk memperluas edukasi kepada masyarakat.

Masyarakat diminta untuk mengenali gejala awal campak, antara lain:

  1. Demam tinggi
  2. Batuk dan pilek
  3. Mata merah
  4. Muncul ruam pada kulit

Dadan mengimbau masyarakat untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika mengalami demam, tanpa harus menunggu munculnya ruam.

Untuk mencegah penularan, penderita yang diduga campak dianjurkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dan menggunakan masker.

“Virus campak bisa bertahan di udara hingga dua jam. Jadi penggunaan masker dan isolasi mandiri sangat penting untuk mencegah penularan,” katanya.

Dinas Kesehatan mengingatkan bahwa tingkat penularan campak sangat tinggi. Bahkan, satu orang penderita dapat menularkan virus kepada 17 hingga 18 orang lainnya. (*)

Reporter: Aldi

Editor: Agus Imam S.

ARTIKEL TERBARU

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA LAINYA

Lawan Gratifikasi Dimulai dari Rumah, Ini Pesan DWP Kaltara 

Tanjung Selor, SMN – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalimantan Utara (Kaltara) memperkuat komitmen membangun budaya anti gratifikasi melalui Workshop bertajuk "Perempuan Berintegritas, Dharma Wanita...

Polres Ngawi Hadirkan Warung Kompas Presisi Bangun Komunikasi Perkuat Sinergi untuk Kamtibmas

Ngawi, SMN – Polres Ngawi polda Jatim terus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang humanis. Salah satunya diwujudkan oleh Satbinmas Polres Ngawi melalui kegiatan...

Jalan Penghubung Tulungagung-Blitar Rusak Parah, Warga Srikaton Minta Segera Diperbaiki

Tulungagung, SMN – Kondisi jalan raya yang berada di Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, memprihatinkan. Ruas jalan yang menjadi salah satu akses penghubung...

Pemkot Madiun Gelar Senam Lansia Bersama, Wujudkan Kota Sehat Perkuat Gerakan Hidup Aktif

Madiun, SMN - Komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mewujudkan kota sehat terus diwujudkan melalui berbagai program yang mendorong masyarakat tetap aktif dan produktif, termasuk...

Pengembangan Sektor Pariwisata Pemkot Madiun dan PT INKA, Bahas Penguatan Pariwisata Berbasis Identitas Kota Kereta Api

Madiun, SMN - Pemerintah Kota Madiun menerima audiensi jajaran PT INKA (Persero) untuk membahas penguatan sektor pariwisata melalui kolaborasi yang mengangkat identitas Kota Madiun...