
Brebes, SMN – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur rawan Gunung Lio, Kabupaten Brebes, pada arus balik H+4 Lebaran, Rabu (25/3/2026) siang.
Insiden tabrakan adu banteng antara dua kendaraan terjadi di ruas jalan provinsi Banjarharjo–Salem, tepatnya di kawasan Simpur, Kecamatan Banjarharjo, sekitar pukul 14.30 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Avanza putih dan kendaraan bak terbuka Suzuki Carry hitam.
Benturan keras tak terhindarkan saat kedua kendaraan datang dari arah berlawanan di jalur yang dikenal memiliki turunan curam dan tikungan tajam.
Proses evakuasi berlangsung cepat dengan melibatkan relawan setempat. Dua korban yang mengalami luka-luka langsung dilarikan menggunakan mobil siaga ke fasilitas kesehatan terdekat.
Salah satu korban dilaporkan mengalami luka cukup parah, sementara korban lainnya dalam kondisi lebih ringan.
“Yang pertama tadi lukanya cukup parah,” ujar Wartono, pembina relawan Bangbara Salem yang turut membantu penanganan di lokasi kejadian.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan mengalami kerusakan cukup serius. Untuk sementara, mobil yang ringsek diamankan di rest area Gunung Lio guna penanganan lebih lanjut.
Dugaan awal, kecelakaan dipicu oleh rem blong pada mobil Avanza yang melaju dari arah Salem menuju Banjarharjo.
Kendaraan tersebut diduga kehilangan kendali saat melintasi turunan panjang, sebelum akhirnya menghantam Suzuki Carry yang datang dari arah berlawanan.
Jalur Gunung Lio sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di wilayah Brebes. Kontur jalan yang ekstrem, kombinasi turunan curam dan tikungan berkelok, kerap menjadi tantangan bagi pengendara, terutama saat kondisi cuaca buruk.
Pada saat kejadian, hujan dilaporkan turut mengguyur kawasan tersebut, yang diduga memperparah risiko kecelakaan akibat jalan licin dan jarak pandang terbatas.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut, terutama pada saat musim arus balik Lebaran.
Pengendara juga disarankan memastikan kondisi kendaraan, khususnya sistem pengereman, dalam keadaan optimal sebelum melintasi jalur pegunungan. (*)
Reporter: Santi.
Editor: Agus Imam S.
