
Tegal, SMN – Kondisi jalan rusak parah selama lebih dari dua tahun mendorong sekelompok pemuda di Desa Karangmulya melakukan aksi nyata dengan menggalang donasi untuk perbaikan jalan. Aksi tersebut dilakukan pada, Senin (6/4/2026).
Ruas jalan yang merupakan kewenangan pemerintah daerah itu dipenuhi lubang dengan kedalaman antara 10 hingga 20 sentimeter.
Kondisi tersebut kerap membahayakan pengguna jalan dan bahkan menyebabkan kecelakaan, terutama saat musim hujan ketika lubang tertutup genangan air.
Gerah karena akses utama tak kunjung mendapat perhatian, para pemuda akhirnya bergerak secara mandiri. Aksi ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian sosial dan sindiran terhadap lambannya penanganan infrastruktur.
Koordinator aksi, Hisbuloh Atik, menyampaikan bahwa langkah ini diambil setelah berbagai usulan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) desa tidak kunjung terealisasi.
“Kami sudah bosan hanya menunggu janji. Setiap tahun katanya akan diperbaiki, tapi realitanya aspal makin habis dan tanah makin amblas. Pemerintah desa pun belum terlihat menjalin komunikasi dengan pemerintah kabupaten. Daripada jatuh korban lagi, kami memilih bergerak sendiri,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Aksi ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sejumlah pengendara motor yang melintas tampak berhenti untuk menyumbang sembari memberikan semangat kepada para pemuda.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, para pemuda membuka donasi melalui media sosial yang ditujukan bagi warga perantauan asal Desa Karangmulya maupun masyarakat setempat.
Dana yang terkumpul digunakan untuk membeli material seperti pasir, batu split (koral), dan semen, serta kebutuhan konsumsi bagi warga yang ikut kerja bakti.
Meski membawa dampak positif, para pemuda menegaskan bahwa upaya ini bukan solusi jangka panjang. Mereka berharap aksi ini menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar segera melakukan perbaikan permanen.
“Sebelum Ramadan kami juga sudah menambal jalan di samping masjid semampu kami. Saat ini kami prioritaskan titik yang rusaknya paling parah, seperti di wilayah Pondok Pesantren Al-Fatih. Tapi kalau truk bermuatan besar terus melintas, perbaikan ini tidak akan bertahan lama. Kami butuh pengaspalan ulang dari pemerintah, bukan sekadar tambal sulam,” tegas Hisbuloh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pekerjaan Umum setempat belum memberikan keterangan resmi terkait rencana perbaikan jalan di Desa Karangmulya dalam program pembangunan tahun ini. (*)
Reporter: Santi
Editor: Agus Imam S.
