
Bandung, SMN – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat salurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana longsor yang disertai aliran air deras tersebut melanda Kampung Babakan, Desa Pasirlangu, pada Sabtu (24/01/2026) sekitar pukul 02.00 WIB dengan luas area terdampak mencapai kurang lebih 30 hektar.
Bantuan kemanusiaan diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, kepada warga terdampak sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Dalam kesempatan tersebut, Dudu Rohman menyampaikan bahwa kehadiran Kementerian Agama tidak hanya sebatas penyaluran bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan moril kepada para korban.
“Musibah ini menjadi ujian bagi kita semua. Kementerian Agama memberikan dukungan moril dan bantuan nyata kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan,” ujar Dudu Rohman di Cisarua, Minggu (25/1/2026).
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, selimut, tempat tidur, pelbed, alat kebersihan, serta berbagai perlengkapan rumah tangga. Selain itu, Kemenag Jawa Barat juga menyediakan Tenda Kanwil sebagai fasilitas penunjang bagi warga yang harus mengungsi sementara waktu.
Sebagai langkah lanjutan, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat segera mendirikan Posko Tanggap Bencana Kemenag yang dipusatkan di MTs Al Amin Cisarua. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi penyaluran bantuan, layanan informasi, serta pendampingan bagi masyarakat terdampak.
Posko tersebut melibatkan unsur Kanwil Kemenag Jabar, Kankemenag Kabupaten Bandung Barat, penyuluh agama, relawan Saka Amal Bakti, serta jajaran madrasah setempat. Keberadaan posko diharapkan mampu mempercepat distribusi bantuan, memastikan pendataan korban berjalan akurat, serta menjadi pusat pelayanan kemanusiaan.
“Selain sebagai pusat logistik, Posko Tanggap Bencana Kemenag juga akan dimanfaatkan sebagai ruang penguatan spiritual dan psikososial bagi korban, khususnya anak-anak dan keluarga terdampak,” jelas Dudu Rohman. (*)
Reporter: Aldi P.
Editor: Agus Imam S.
