
Pasuruan, SMN – Kementerian Sosial melakukan kaji cepat dan segera mendistribusikan bantuan logistik untuk korban banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Rabu (21/01/2026). Banjir terjadi akibat curah hujan lebat yang disertai luapan dari Sungai DAS Resojo dan Sungai Andil di Desa Bandaran sejak Selasa sore.
Peristiwa tersebut menyebabkan ratusan rumah warga terendam dengan ketinggian muka air berkisar antara 40-75 sentimeter. Sejumlah wilayah terdampak berada di Kecamatan Winongan, meliputi Desa Winongan Kidul, Desa Winongan Lor, Desa Bandaran, Desa Lebak, dan Desa Sidepan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait dalam penanganan banjir di Pasuruan.
“Kementerian Sosial terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam penanganan banjir di Pasuruan,” kata Saifullah Yusuf, Rabu (21/01/2026).
Berdasarkan data sementara di lapangan, jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 1.198 Kepala Keluarga. Meski demikian, hingga saat ini belum dilaporkan adanya warga yang mengungsi dan sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu kondisi air surut.
Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial, BPBD, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta pemerintah daerah setempat terus melakukan upaya penanganan. Langkah yang dilakukan antara lain pemantauan debit air sungai, asesmen kebutuhan warga, serta pendistribusian bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
“Saat ini, proses asemen dan pendataan masih berlangsung untuk memastikan penanganan korban terdampak dilakukan secara menyeluruh,” ujarnya.
Bantuan logistik dikirim dari Gudang Kementerian Sosial di Sentra Terpadu Soeharso, Solo. Bantuan tersebut meliputi 1.000 paket makanan siap saji, 400 paket makanan anak, 500 paket lauk pauk siap saji, 300 lembar kasur, 150 lembar tenda gulung, 200 paket family kit, 200 paket kids ware, 200 lembar selimut, 100 paket sandang dewasa, 100 paket sandang bayi, serta 100 paket sandang anak.
Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas guna meminimalkan risiko lanjutan akibat banjir. (*)
Reporter: Lalang S.
Editor: Agus Imam S.
