
Lumajang, SMN — Upaya pemulihan pasca-erupsi Gunung Semeru terus menjadi fokus serius pemerintah. Hal itu terlihat saat Ketua DPRD Kabupaten Lumajang, Oktafiyani, mendampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah), dalam peninjauan langsung kondisi infrastruktur vital di kawasan Gladak Perak, Kecamatan Candipuro.
Kunjungan lapangan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan bahwa fasilitas publik strategis tetap aman, berfungsi, dan tidak mengancam keselamatan masyarakat. Titik perhatian utama adalah Jembatan Gladak Perak, jalur transportasi krusial bagi mobilitas warga dan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.
Di lokasi, dilakukan pengecekan intensif guna mendeteksi potensi kerusakan sekecil apa pun. Pemeriksaan struktural ini menjadi krusial untuk mencegah dampak lanjutan seperti kecelakaan, kemacetan, hingga terganggunya proses distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.
Gubernur Jawa Timur menegaskan bahwa perbaikan dan penguatan infrastruktur bukan hanya berbicara soal fisik bangunan, tetapi menyangkut keselamatan ribuan nyawa.
“Kerusakan sekecil apa pun bisa berdampak serius pada mobilitas warga dan distribusi bantuan. Penanganan cepat dan terukur sangat penting untuk menjaga keselamatan masyarakat,” tegas Khofifah, Jumat (21/11/2025).
Senada dengan itu, Bupati Lumajang Bunda Indah menuturkan bahwa pemerintah daerah terus bergerak cepat dan melakukan pemantauan terpadu terhadap seluruh fasilitas vital.
“Kami bekerja sama dengan Balai Besar dan Dinas Pekerjaan Umum untuk memastikan seluruh fasilitas vital termasuk jembatan dan jalan utama aman digunakan serta siap mendukung operasi tanggap darurat,” ujar Bunda Indah.
Pemantauan lapangan tidak hanya terfokus pada Jembatan Gladak Perak, namun juga jalan poros, fasilitas publik, dan jalur evakuasi. Setiap temuan kerusakan langsung dikoordinasikan dan ditindaklanjuti agar tidak menambah beban warga yang sudah terdampak bencana.
Ketua DPRD Lumajang, Oktafiyani, menyampaikan komitmen penuh lembaga legislatif dalam mendukung percepatan pemulihan di semua sektor, terutama keselamatan warga.
“Seluruh kebijakan, anggaran, dan koordinasi lintas lembaga harus bergerak searah yaitu untuk memastikan masyarakat selamat, mobilitas lancar, dan bantuan tersalurkan tanpa hambatan,” tegasnya.
Kolaborasi erat antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan unsur teknis ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan bencana Semeru dilakukan dengan pendekatan menyeluruh: cepat, tepat, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.
Dengan sinergi yang solid, harapannya proses pemulihan di Kabupaten Lumajang dapat berjalan lebih cepat, konektivitas wilayah segera pulih, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal tanpa mengabaikan aspek mitigasi jangka panjang.
Masyarakat selamat, distribusi bantuan lancar, dan daerah bangkit kembali itulah tujuan bersama. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
