
Brebes, SMN – Memasuki hari ketiga pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah, ratusan warga masih memadati Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Brebes, Jumat (27/3/2026).
Lonjakan pengunjung ini didominasi masyarakat yang mengurus kartu kuning atau kartu pencari kerja di layanan Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker).
Fenomena tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pekerjaan formal setelah momentum Lebaran, sekaligus menjadi indikator pulihnya mobilitas ekonomi warga.
Sejak pagi, antrean terlihat mengular di sejumlah loket layanan, terutama pada gerai yang menangani administrasi ketenagakerjaan.
Mal Pelayanan Publik DPMPTSP Kabupaten Brebes sendiri merupakan pusat layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintah pusat, daerah, hingga BUMD dalam satu lokasi.
Konsep ini dirancang untuk memangkas birokrasi dan mempercepat proses administrasi masyarakat.
Kepala DPMPTS Kabupaten Brebes, Juwita Asmara melalui Subkoordinator DPMPTSP Kabupaten Brebes, Charis, mengatakan bahwa lonjakan pengunjung sudah mulai terlihat sejak hari pertama masuk kerja usai libur panjang.
Namun, pada hari ketiga, jumlah warga yang datang masih relatif tinggi, terutama dari kalangan pencari kerja baru.
“Didominasi pengurusan kartu kuning untuk kebutuhan melamar pekerjaan, baik di dalam maupun luar daerah,” kata Charis.
Menurut dia, situasi ini merupakan pola yang hampir selalu berulang setiap tahun setelah Lebaran.
Banyak warga memanfaatkan momentum tersebut untuk mulai mencari pekerjaan baru atau berpindah sektor kerja, terutama setelah menerima informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan.
Charis pun menegaskan bahwa pihaknya telah mengantisipasi lonjakan tersebut dengan menyiapkan petugas tambahan serta mengoptimalkan sistem antrean layanan. Ia menyebutkan, koordinasi lintas instansi di dalam MPP menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan di tengah tingginya permintaan masyarakat.
“Kami pastikan pelayanan tetap berjalan optimal, cepat, dan terintegrasi,” kata dia.
Lonjakan pengurusan kartu kuning juga mencerminkan dinamika pasar tenaga kerja di Brebes yang masih didominasi sektor informal dan manufaktur.
Kartu ini menjadi salah satu dokumen penting bagi pencari kerja sebagai syarat administrasi melamar pekerjaan.
Bagi sebagian warga, keberadaan MPP dinilai sangat membantu karena seluruh proses layanan dapat dilakukan dalam satu tempat.
Selain efisien, sistem ini juga dinilai mampu mengurangi praktik percaloan yang kerap muncul dalam layanan administrasi konvensional.
Meski demikian, tingginya animo masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Penguatan sistem digital dan perluasan layanan daring dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurai antrean fisik di masa mendatang.
Dengan tren yang masih tinggi hingga hari ketiga pasca Lebaran, DPMPTSP Brebes memprediksi lonjakan pengunjung akan terus berlangsung setidaknya hingga akhir pekan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dalam mencari peluang kerja baru.(*)
Reporter: Santi
Editor: Agus Imam S.
