
Lumajang, SMN – Pemerintah Kabupaten Lumajang resmi meluncurkan Dokumen Strategi Komunikasi Perubahan Perilaku sebagai langkah mempercepat penurunan stunting melalui kerja kolaboratif lintas sektor. Dokumen ini menjadi panduan bersama dari tingkat kabupaten hingga desa dalam menguatkan edukasi gizi, pola hidup sehat, dan pencegahan pernikahan dini.
Kegiatan ini berlangsung di Hall Hotel Aston Inn, Jumat (28/11/2025). Dan dihadiri oleh Bupati Lumajang, Kadis Perikanan, kepala Bappeda, jajaran OPD dan undangan lainnya.
Penurunan stunting di Lumajang menunjukkan hasil positif, dari 29,9 persen menjadi 23,5 persen, sehingga pemerintah pusat memberikan Rp 5,6 miliar dana insentif fiskal.
Bupati Lumajang menegaskan bahwa keberhasilan ini harus menjadi pemacu semangat semua pihak.
“Ini bukan hanya tugas Dinas Kesehatan. Semua harus bergerak bersama karena percepatan penurunan stunting adalah gerakan kolektif,” ujarnya.
Penurunan stunting bukan hanya soal intervensi kesehatan, tetapi membutuhkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Strategi komunikasi ini menjadi pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan agar pesan yang disampaikan lebih terarah, konsisten, dan efektif.
Kepala Bappeda Lumajang, selaku koordinator perencanaan, menambahkan bahwa strategi ini telah disusun untuk menyentuh semua faktor risiko stunting.
“Target kita jelas, menurunkan angka stunting hingga tujuh persen. Dokumen ini memastikan setiap dinas dan desa bekerja dengan arah yang sama,” tegasnya.
Upaya ini juga sejalan dengan perhatian nasional seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Pemerintah berharap seluruh bayi yang lahir di Lumajang terbebas dari stunting melalui edukasi gizi, lingkungan sehat, dan perilaku hidup bersih yang dijalankan secara konsisten.
Peluncuran dan diseminasi ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Lumajang dalam memperkuat kolaborasi dan mempercepat tercapainya target nasional penurunan stunting. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
