
Lumajang, SMN – Kabupaten Lumajang kembali menorehkan prestasi membanggakan. Melalui Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), daerah ini meraih Primeir Best Award tingkat Jawa Timur atas keberhasilannya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya perikanan sebagai strategi intervensi penurunan stunting. Penghargaan tersebut diserahkan pada 27 November 2025 lalu, di Surabaya, berdasarkan piagam resmi bernomor 800.1.12.8/3311/120.5/2025.
Ketua Forikan Lumajang, Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma kepada media ini menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bukti nyata efektivitas program gizi berbasis hasil perikanan yang dijalankan secara terukur dan berkelanjutan.
“Penghargaan ini bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bukti nyata bahwa pemanfaatan hasil perikanan dapat menjadi instrumen strategis dalam menurunkan prevalensi stunting, terutama bagi balita dan ibu hamil. Kami bangga upaya ini diakui di tingkat Jawa Timur,” ujar Dewi Natalia, Kamis (4/12/2025).
Forikan Lumajang diketahui aktif menjalankan serangkaian program seperti edukasi konsumsi ikan, pelatihan masyarakat, serta penguatan kolaborasi dengan kelompok pembudidaya ikan. Integrasi program konsumsi ikan ke dunia pendidikan hingga posyandu turut memperluas dampak intervensi. Strategi tersebut menempatkan ikan sebagai sumber protein berkualitas tinggi, yang sangat penting untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak.
“Intervensi berbasis konsumsi ikan bukan hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga menguatkan kapasitas lokal dalam pembangunan manusia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana namun strategis dapat memberikan dampak nyata bagi generasi mendatang,” tambah Dewi Natalia.
Keberhasilan ini semakin menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan pelaku usaha perikanan dalam membangun ketahanan gizi. Kolaborasi lintas sektor tersebut memungkinkan munculnya program-program yang tidak hanya meningkatkan kesehatan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang melimpah.
“Capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperluas jangkauan program, memastikan setiap anak dan ibu di Lumajang mendapatkan manfaat nyata dari sumber daya lokal, serta menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Timur dalam menghadapi isu stunting,” tutupnya.
Dengan penghargaan ini, Lumajang meneguhkan posisi Forikan sebagai motor penggerak pembangunan manusia di tingkat provinsi sekaligus model keberhasilan kolaborasi lokal dalam melawan stunting secara efektif, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
Reporter: Atiek
Editor: Agus Imam S.
