

Malinau, SMN – Usai berlangsung selama kurang lebih 19 hari, perayaan Hari Ulang Tahun ke-26 dan IRAU ke-11 Kabupaten Malinau resmi ditutup dengan penuh kebanggaan. Tak hanya meriah, rangkaian acara tahun ini juga sukses meninggalkan catatan manis dengan raihan sejumlah rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Pagelaran seni budaya yang hadir setiap hari di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung menjadi sorotan utama. Malinau berhasil meraih beberapa rekor sekaligus, yakni Pagelaran Budaya dengan Durasi Terlama, Pagelaran Budaya dengan Atraksi Budaya dari Etnik Terbanyak, Replika Kipas Terbesar khas Adat Bulungon, serta Bekang Terbesar Adat Dayak Tenggalan.
Kepala Adat Bulungan Kabupaten Malinau, Datu Misrah mengatakan berbesar hati karena usaha dan jerih payah lembaga berbuah manis.
“Kami bersyukur sekaligus bangga, Dedap Raya atau Kipas Terbesar yang kita tampilkan pada Irau Malinau tahun ini dicatat sebagai peraih rekor MURI,” ungkapnya.
Sama halnya dengan Lembaga Adat Dayak Tenggalan Malinau. Replika Kalong atau Bekang Terbesar diusulkan masyarakat dengan semangat gotong royong.
“Kalong ini bagian dari kehidupan masyarakat kami dari Dayak Tenggalan. Kalong Terbesar ini kami buat dari rotan, semuanya diperoleh dari alam kami,” ujar Ketua Lembaga Adat Dayak Tenggalan Malinau, Kursani
Meskipun rekor MURI tahun ini tak sebanyak di tahun 2023 lalu yang mencatat tujuh rekor MURI, namun upaya ini menggambarkan semangat masyarakat termasuk dari kepanitiaan sebagai panggung semangat kebersamaan.
Rekor-rekor tersebut menjadi bukti nyata bahwa kekayaan budaya di Malinau tidak hanya mampu dipertahankan, tetapi juga diangkat hingga mencapai prestasi nasional.
Penyerahan penghargaan MURI dilaksanakan pada malam penutupan, Minggu (26/10/2025), di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, disaksikan ribuan masyarakat yang turut larut dalam kemeriahan.
Semangat pelestarian budaya inilah yang menjadikan perayaan IRAU dan HUT Kabupaten Malinau setiap tahunnya selalu dinanti. (adv)
